Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Cendikiawan Soroti Meningkatnya Sentimen Anti-Islam

Selasa 15 Jun 2021 12:02 WIB

Rep: Dea Alvi Soraya/ Red: Muhammad Hafil

Cendikiawan Soroti Meningkatnya Sentimen Anti-Islam . Foto: Islamofobia (ilustrasi)

Cendikiawan Soroti Meningkatnya Sentimen Anti-Islam . Foto: Islamofobia (ilustrasi)

Foto: Bosh Fawstin
Sentiman anti-Islam dinilai meningkat.

REPUBLIKA.CO.ID, OKARA—Wakil Rektor Universitas Okara Prof Dr Muhammad Zakria Zakar menegaskan bahwa Islam adalah agama yang menjunjung toleransi dan kemanusiaan. Umat Muslim seluruh dunia perlu menampilkan sisi lembut Islam yang nyata melalui karakter dan tindakan mereka, ujarnya dalam sambutan saat memimpin seminar tentang Islamofobia, diselenggarakan oleh Departemen Studi Islam Universitas Okara Pakistan pada Senin (14/6).

Dalam seminar tersebut, para pembicara membahas tentang meningkatnya kecenderungan sentimen anti-Islam di dunia barat dan memberikan solusi untuk menyebarkan pesan kemanusiaan dan cinta untuk semua. Penanggung Jawab, Departemen Studi Islam, Dr Abdul Ghaffar, lebih mendalam, menelusuri sejarah Islamofobia dan mengatakan bahwa fenomena ini telah secara terang-terangan atau diam-diam masuk ke masyarakat barat sejak 1990-an.

Baca Juga

Dr Alam Khan dari Universitas Gumsani Turki mengatakan bahwa Islamofobia memicu peristiwa tertentu kekerasan keji dan genosida terhadap Muslim yang tinggal di negara-negara barat. Sedangkan Dr Hammad Lakhvi dari Universitas Punjab berpandangan bahwa istilah Islamofobia menjadi pusat perhatian setelah 9/11.

Dr Zaid Lakhvi dari UO mengatakan bahwa Islamofobia menyebar luas di masyarakat barat yang terus berusaha mencemarkan nama baik dan mencemarkan Islam dan umat Islam. Dr Zahid Bilal, Penanggung Jawab Departemen Ilmu Komunikasi di UO, membahas peran media dalam melawan Islamofobia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA