Thursday, 19 Zulhijjah 1442 / 29 July 2021

Thursday, 19 Zulhijjah 1442 / 29 July 2021

IHSG Bergerak Mix Jelang Pertemuan The Fed

Selasa 15 Jun 2021 09:20 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Nidia Zuraya

Karyawan melintas di dekat layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ilustrasi

Karyawan melintas di dekat layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ilustrasi

Foto: Antara/Galih Pradipta
IHSG pagi ini sempat dibuka menguat ke level 6.085,36 sebelum kemudian melemah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak variatif pada perdagangan pagi ini, Selasa (15/6). IHSG dibuka menguat ke level 6.085,36 lalu sesaat kemudian turun ke zona merah dan melemah 0,18 persen ke level 6.069,22.

Phillip Sekuritas Indonesia memperkirakan IHSG akan bergerak melemah pada perdagangan hari ini. Sejalan dengan indeks saham Asia, pergerakan IHSG dipengaruhi oleh sikap investor yang wait and see. 

Baca Juga

"Mayoritas investor mengambil sikap wait-and-see menjelang pertemuan kebijakan the Fed dan tidak menambah atau memperbesar posisi yang sudah di miliki," tulis Phillip Sekuritas Indonesia melalui risetnya, Selasa (15/6). 

Menurut riset, investor menantikan keputusan kebijakan moneter dari The Fed, terutama yang berkaitan dengan proyeksi inflasi, tingkat pengangguran dan pertumbuhan ekonomi. Sebelumnya, sejumlah data terkini memberi indikasi bahwa ekonomi AS sedang memperoleh momentum pertumbuhan.

Para pengamat ekonomi meyakini the Fed tidak akan mengumumkan rencana untuk mengurangi (tapering) program pembelian obligasi hingga setelah symposium ekonomi tahunan di Jackson Hole pada bulan Agustus yang akan datang.

Sebagai antisipasi dari hasil pertemuan the Fed, di pasar obligasi, imbal hasil (yield) surat utang Pemerintah AS bertenor 10 tahun naik tipis 4 bps mendekati 1,50 perden dari level terendah dalam 3 bulan 1.l,43 persen pada Jumat lalu. Di pasar komoditas, harga emas mengalami penurunan karena adanya sejumlah likuidasi sebagai persiapan menghadapi kemungkinan penarikan stimulus moneter oleh the Fed.

Dari sisi makroekonomi, investor menantikan rilis notulen rapat kebijakan bulan Juni bank sentral Australia (RBA) serta rilis data Neraca Perdagangan bulan Mei Indonesia. Dari Eropa, Jerman di jadwalkan merilis data perhitungan akhir inflasi bulan Mei. Dari AS, Investor menantikan rilis data Penjualan Ritel, Producer Price Index dan NY Empire State Manufacturing Index. 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA