Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Empat Perusahaan Asal China Jadi Sponsor Piala Eropa

Senin 14 Jun 2021 23:21 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Empat perusahaan China sejajar dengan perusahaan global sponsori Piala Eropa.. Ilustrasi Piala Eropa 2020

Empat perusahaan China sejajar dengan perusahaan global sponsori Piala Eropa.. Ilustrasi Piala Eropa 2020

Foto: EPA-EFE/ANDY RAIN
Empat perusahaan China sejajar dengan perusahaan global sponsori Piala Eropa

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING— Empat perusahaan asal China menjadi sponsor resmi beberapa tim nasional dan penyelenggaraan Piala Eropa 2020.

Hisense, Alipay, Vivo, dan TikTok menjadi sponsor tim nasional dan penyelenggara Piala Eropa bersama beberapa perusahaan asal negara lain, seperti FedEx, Booking.com, Volkswagen, Coca-Cola, dan Qatar Airways.

Baca Juga

Perusahaan elektronik Hisense dan Kedutaan Besar Inggris di Beijing mengundang 400 penggemar sepak bola untuk menonton bareng pada Ahad (13/6) malam.

"Tahun ini dan tahun depan merupakan tahun besar penyelenggaraan beberapa ajang olahraga karena ada Piala Eropa, Olimpiade, dan Piala Dunia. Ini waktu yang sangat tepat bagi brand kami untuk unjuk kebolehan," demikian pernyataan Hisense dikutip media resmi China, Senin (14/6).

Platform berbagi video pendek TikTok telah meraih popularitas yang tinggi di sejumlah negara.Pengamat industri global menilai TitTok sebagai salah satu produk China yang paling sukses mendunia.

"Olahraga, khususnya sepak bola, sangat populer bagi konsumen Eropa. Mensponsori Piala Eropa bermanfaat untuk menjembatani antara produk dan audiens," kata Zhang Qing, selaku CEO Key Solution Sports Co, sebuah perusahaan konsultan industri olahraga di China.

Menurut dia, pada era 1980-an perusahaan-perusahaan Jepang menjadi sponsor-sponsor olahraga berlevel internasonal, sedangkan 1990-an giliran perusahaan Korea Selatan.

"Sekarang, perusahaan-perusahaan China yang lebih kompetitif, seperti elektronik, perangkat rumah tangga, telepon seluler, dan teknologi informasi. Para pendatang itu sekarang lebih unggul," kata Zhang.

Vivo telah melakukan ekspansi ke pasar Eropa sejak Oktober 2020. Pada Februari 2021, Vivo memasuki pasar Rumania dan Ceko. Dengan demikian, maka perusahaan telepon seluler asal China itu telah merambah 12 negara Eropa.   

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA