Tuesday, 17 Zulhijjah 1442 / 27 July 2021

Tuesday, 17 Zulhijjah 1442 / 27 July 2021

Warga Bangkalan Tolak Dites Covid, Ini Instruksi Bupati

Selasa 15 Jun 2021 00:17 WIB

Red: Andri Saubani

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kedua kiri) bersama Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo (kedua kanan), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (ketiga kiri), Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito (kiri) dan Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin (ketiga kanan) memberikan arahan terkait penanganan COVID-19 ketika berkunjung di Bangkalan, Jawa Timur, Sabtu (12/6/2021). Dalam kunjungannya, mereka menghimbau kepada masyarakat akan pentingnya menerapkan protokol kesehatan dalam aktivitas sehari-hari demi menekan penyebaran COVID-19 di Bangkalan, Madura.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kedua kiri) bersama Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo (kedua kanan), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (ketiga kiri), Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito (kiri) dan Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin (ketiga kanan) memberikan arahan terkait penanganan COVID-19 ketika berkunjung di Bangkalan, Jawa Timur, Sabtu (12/6/2021). Dalam kunjungannya, mereka menghimbau kepada masyarakat akan pentingnya menerapkan protokol kesehatan dalam aktivitas sehari-hari demi menekan penyebaran COVID-19 di Bangkalan, Madura.

Foto: Antara/Tina
Bupati menginginkan adanya tes cepat massal bagi warga Bangkalan.

REPUBLIKA.CO.ID, BANGKALAN -- Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron meminta para kepala desa yang tersebar di 18 kecamatan proaktif menyukseskan pelaksanaan tes cepat massal. Tes massal sebagai bentuk deteksi dini atas penyebaran Covid-19 di Bangkalan yang akhir-akhir ini meningkat.

"Peran aktif para kepala desa sangat kami harapkan pada pelaksanaan tes cepat massal di Bangkalan ini, agar warga yang terpapar Covid-19 bisa diketahui," kata Abdul, Senin (14/6).

Baca Juga

Permintaan orang nomor satu di Pemkab Bangkalan itu disampaikan, menyusul banyaknya warga yang tidak bersedia dilakukan tes cepat oleh petugas medis dari Satgas Covid-19 Pemkab Bangkalan. Para kepala desa diminta bupati untuk memberikan pemahaman kepada warganya bahwa tes Covid-19 tidak berbahaya, karena hanya untuk mengetahui warga itu terpapar atau tidak.

"Jangan memberikan pemahaman yang salah. Jelaskan, bahwa penyebaran Covid-19 itu cepat, dan untuk mengetahuinya harus dilakukan tes," ujar bupati.

Selain meminta para kepala desa proaktif membantu petugas dalam menyukseskan pelaksanaan tes cepat massal yang hendak dilakukan Pemkab Bangkalan bersama Pemprov Jatim, bupati juga meminta bantuan tokoh agama dan masyarakat di kabupaten paling barat Pulau Madura itu. Bupati menjelaskan, tokoh agama juga memiliki peran penting dalam ikut andil mencegah penyebaran Covid-19, melalui arahan dan penyuluhan kepada masyarakat Bangkalan.

Lonjakan kasus baru Covid-19 di Kabupaten Bangkalan, menurut dia, sangat tinggi, sehingga menjadi perhatian Pemprov Jatim dan pemerintah pusat, termasuk Menteri Kesehatan. "Beberapa hari lalu, Menkes RI turun langsung ke Bangkalan, karena kasus baru COVID-19 di Kabupaten Bangkalan memang sangat meresahkan," kata bupati.

Saran yang disampaikan oleh Kementerian Kesehatan RI dan Pemprov Jatim, menurut bupati, meminta Satgas Covid-19 Pemkab Bangkalan melakukan 3T  (testing, tracing dan treatment) guna menjaring dan menemukan kasus baru sebagai upaya mencegah penyebaran yang lebih luas.

"Sudah sepatutnya, disiplin menerapkan protokol kesehatan harus menjadi bagian dari kebutuhan hidup kita, tanpa perlu diawasi dan diingatkan. Dan ini yang perlu diperhatikan oleh kepala desa dan unsur lainnya," ucap bupati.

Sebelumnya, Bupati Bangkalan, Kapolres dan Komandan Kodim Bangkalan meninjau kondisi warga Bangkalan yang terpapar Covid-19 di Kecamatan Arosbaya yang sedang isolasi mandiri di rumahnya. Lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Bangkalan terjadi sejak libur Lebaran 1442 Hijriah, akibat warga sering berkerumun dan abai dalam menegakkan disiplin protokol kesehatan.

Tercatat hingga 14 Juni 2021 sebanyak 483 kasus aktif, dari total jumlah kasus aktif selama pandemi berlangsung sebanyak 2.244 orang.



sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA