Thursday, 19 Zulhijjah 1442 / 29 July 2021

Thursday, 19 Zulhijjah 1442 / 29 July 2021

Kapal Hibah TNI AL KRI Teluk Ratai 509 Jadi Museum Pariaman

Senin 14 Jun 2021 21:17 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Kapal Hibah TNI AL KRI Teluk Ratai 509 akan diletakkan di Pantai Pauh. Kapal perang TNI AL (Ilustrasi)

Kapal Hibah TNI AL KRI Teluk Ratai 509 akan diletakkan di Pantai Pauh. Kapal perang TNI AL (Ilustrasi)

Kapal Hibah TNI AL KRI Teluk Ratai 509 akan diletakkan di Pantai Pauh

REPUBLIKA.CO.ID, PARIAMAN— Kapal hibah TNI AL KRI Teluk Ratai 509 untuk Kota Pariaman, Sumatra Barat, akan diletakkan di Pantai Pauh atau di belakang GOR Pauh, Kecamatan Pariaman Tengah, sebagai museum kapal perang.

"Sekarang kami sedang memikirkan teknik membawa kapal itu ke Kota Pariaman sambil menunggu administrasi hibah selesai," kata Wali Kota PariamanGenius Umar, saat menyampaikan informasi itu kepada DPRD Pariaman pada penyampaian Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2020 dan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah di Kantor DPRD Pariaman, Senin (14/6).

Baca Juga

Dia mengatakan saat ini administrasi hibah kapal tersebut telah sampai ke Menteri Pertahanan yang nantinya dilanjutkan ke Menteri Keuangan.Dengan adanya kapal tersebut sebagai museum angkatan laut, katanya, maka akan dapat menambah daya tarik wisata di Kota Pariaman.

"Doakan agar hibah kapal ini lancar sehingga dapat melengkapi destinasi wisata di Kota Pariaman," katanya.

Dia mengatakan kapal tersebut merupakan kapal perang bekas yang diproduksi tahun 1944 dan dioperasikan Amerika Serikat lalu dihibahkan ke Pemerintah RI. "Jadi kapal ini pernah diikutkan pada Perang Dunia II karena diproduksi 1944," ujarnya.

Dia menyampaikan setelah dihibahkan ke Pemerintah RI, nama kapal tersebut diubah menjadi KRI dan diikutsertakan dalam sejumlah operasi militer dan sosial.

Sementara Ketua DPRD Pariaman, Fitri Nora, mengatakan dengan adanya kapal perang sebagai museum, maka dapat mengangkat nilai sejarah kota tersebut yang dulunya merupakan pangkalan militer AL.

"Mudah-mudahan itu bisa menarik wisatawan yang ingin menikmati wisata sejarah dan edukasi," kata dia.

Dia mengharapkan dana untuk membawa kapal ke Pariaman diperoleh dari pemerintah pusat atau pihak lainnya karena mengingat APBD Pariaman yang sedikit .Namun, pihaknya siap menganggarkan dana untuk perawatan kapal tersebut agar tahan lama sehingga dapat dimanfaatkan lebih lama.   

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA