Tuesday, 17 Zulhijjah 1442 / 27 July 2021

Tuesday, 17 Zulhijjah 1442 / 27 July 2021

Pemkot Solo Buat Isolasi Terpisah Khusus Warga Solo

Senin 14 Jun 2021 21:16 WIB

Rep: Binti Sholikhah/ Red: Muhammad Hafil

Pemkot Solo Buat Isolasi Terpisah Khusus Warga Solo. Foto:  Ilustrasi Kasus Covid-19 Naik

Pemkot Solo Buat Isolasi Terpisah Khusus Warga Solo. Foto: Ilustrasi Kasus Covid-19 Naik

Foto: republika/mardiah
Pemkot Solo Buat Isolasi Terpisah Khusus Warga Solo

REPUBLIKA.CO.ID,SOLO -- Pemerintah Kota (Pemkot) Solo berencana membuat tempat isolasi bagi pasien Covid-19 tanpa gejala (OTG) khusus warga Solo di gedung Solo Techno Park (STP). Hal itu untuk mengantisipasi penularan varian baru Covid-19 yang berasal dari India.

Selama ini, warga Solo yang terpapar Covid-19 tanpa gejala menjalani isolasi secara terpusat di Asrama Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali.
Varian baru Covid-19 tersebut diketahui telah menjangkit warga Kudus yang menjalani isolasi terpusat di Asrama Haji Donohudan.

Baca Juga

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, menyatakan telah memperkuat dan memperketat aktivitas masyarakat melalui Surat Edaran (SE) terbaru untuk mengantisipasi adanya lonjakan kasus penyebaran Covid-19. Namun, dia mengklaim penyebaran Covid-19 di Solo masih aman meski daerah lain di sekitarnya sudah ada lonjakan.

"Makanya tempat-tempat karantina dan lain-lain kita persiapkan untuk saudara-saudara kita yang dari luar kota. Khusus untuk warga Solo tenang saja, tempat karantinanya saya siapkan sendiri terpisah, di Solo Techno Park (STP). Kita siapkan lagi," terang Gibran kepada wartawan, Senin (14/6).

Menurutnya, warga Solo yang sudah menjalani isolasi terpusat di Donohudan tidak perlu dipindah ke STP, melainkan dilanjutkan sampai selesai. Sedangkan warga yang baru terpapar Covid-19 tanpa gejala diarahkan isolasi ke STP.

"Warga Solo yang di Donohudan biar diselesaikan dulu isolasinya. Tapi nanti yang baru nanti ditempatkan di lokasi terpisah. Ini lagi disiapin. Setelah SE terbit," imbuhnya.

Gibran menegaskan, pasien OTG tidak dianjurkan melakukan isolasi mandiri di rumah. Sebab, dikhawatirkan bakal menularkan kepada anggota keluarga lainnya.

"Kami sarankan untuk di tempat karantina terpusat yang sudah kami siapkan. Insya Allah sembuhnya lebih cepet. Wong di situ gratis," ungkapnya.

Bahkan, Gibran menyebut Pemkot bakal menyiapkan tempat karantina cadangan jika STP nantinya penuh. Salah satunya menyiapkan hotel sebagai tempat karantina. Sementara pasien dengan gejala tetap dirujuk ke rumah sakit rujukan Covid-19. Termasuk pasien dari luar kota yang dirujuk ke rumah sakit di Solo.

"Yang jelas kita siapkan juga rumah sakit lapangan (rumkitlap) kita aktifkan lagi. Kita banyak sekali cadangan. Tapi jangan smpai cadangan-cadangan itu terpakai. Ini rumkitlap kami khususkan untuk warga Solo. Itu cadangan saja ya. Semoga tidak terpakai, kan selama ini juga tidak terpakai," ujarnya.

Di sisi lain, Gibran mengaku belum mendapat informasi kasus varian baru Covid-19 dari India di Kota Solo. Untuk mengantisipasi varian baru tersebut, Pemkot bakal memperluas pengambilan sampel (testing).

"Informasi terakhir belum sampai Solo. Kalau Solo Raya iya, untuk Solo saya belum dapat berita. Antisipasinya testingnya kita masifkan, kita perluas lagi. Kita antisipasi pokoknya. Tenang saja, kita siapkan semua," jelasnya.

Di samping itu, Pemkot melalui Tim Cipta Kondisi bakal kembali rutin berpatroli di lapangan serta lebih tegas dalam mengingatkan warga terkait protokol kesehatan.

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Kota Solo, jumlah kasus penyebaran Covid-19 per Senin (14/6) secara kumulatif mencapai 11.673 dengan kasus aktif sebanyak 508 orang. Kasus aktif tersebut rinciannya, 414 orang isolasi mandiri/terpusat dan 94 pasien menjalani perawatan. Sedangkan 10.590 orang telah dinyatakan sembuh/pulang, serta 575 orang meninggal dunia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA