Selebrasi Rasialis Penyerang Timnas Austria Berujung Hukuman

Rep: Anggoro Pramudya/ Red: Muhammad Akbar

Marko Arnautovic (kanan) dari Austria merayakan dengan rekan setimnya David Alaba setelah mencetak gol 3-1 selama pertandingan sepak bola babak penyisihan grup C UEFA EURO 2020 antara Austria dan Makedonia Utara di Bucharest, Rumania, 13 Juni 2021.
Marko Arnautovic (kanan) dari Austria merayakan dengan rekan setimnya David Alaba setelah mencetak gol 3-1 selama pertandingan sepak bola babak penyisihan grup C UEFA EURO 2020 antara Austria dan Makedonia Utara di Bucharest, Rumania, 13 Juni 2021. Foto: EPA-EFE/ Robert Ghement / POOL
Arnautovic meluapkan emosinya ke sebagian pemain Makedonia Utara

REPUBLIKA.CO.ID, BUCHAREST -- Striker timnas Austria Marko Arnautovic bakal dihadapkan dengan hukuman keras oleh otoritas Sepak Bola Eropa (UEFA) terkait selebrasi berlebih yang menimbulkan aksi rasialis ke kubu Makedonia Utara pada pertandingan Grup C Euro 2020 di Stadion National, Bucharest, Rumania, Ahad (13/6) kemarin.

Masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-59 menggantikan Sasa Kalajdzic, Arnautovic sukses mencetak gol sekaligus mengunci kemenangan timnas Austria 3-1 versus Makedonia Utara.

Namun sayang selebrasi berlebih diperlihatkan penyerang 32 tahun. Arnautovic meluapkan emosinya ke sebagian pemain Makedonia Utara dengan melontarkan nada rasialis yang terlihat dari rekaman tayangan ulang media Serbia Informer.

"Sialan ibu Albania-mu," cetus penyerang yang kini bermain untuk kesebelasan China Shanghai Port dikutip Europameisterschaft, Senin (14/6).

Aksi 'offensive' Arnautovic kabarnya ditujukan kepada salah satu pemain Makedonia Utara yang beretnis Albania, Ezgjan Alioski. Bahkan selain ucapan kasar tersebut eks pemain Inter Milan juga memperagakan retorika Supremasi Kulit Putih alias 'White Power' dengan gestur tangan 'OK'.

Dengan ekspresi meluap itu kapten tim Austria David Alaba langsung membungkam mulut Arnautovic dan memintanya untuk menghentikan aksi tak terpuji mengingat ini merupakan isu sensitif yang juga berbau politik di wilayah Balkan.

Sementara itu, isu rasialis di Benua Biru memang tak pernah habis. Selebrasi Arnautovic mengingatkan tentang pertemuan Piala Dunia 2018 ketika Serbia berhadapan dengan Swiss yang membuat Granit Xhaka, serta Xherdan Shaqiri mendapat hukuman bermain setelah merayakan gol dengan lambang elang berkepala dua simbol bendera Albania.

Lebih lanjut, perilaku Arnautovic bakal dinilai oleh Komite Disiplin FIFA sebagai pelanggaran Pasal 57 Kode Disiplin FIFA. Keputusan dalam kasus ini akan diambil oleh UEFA lantaran sebagai organisasi yang bertanggung jawab atas berlangsung Piala Eropa 2020.

Praktis dengan Arnautovic yang bakal dijatuhi hukuman maka ini sangat merugikan kubu timnas Austria mengingat mereka harus menjalankan dua partai berat melawan timnas Belanda dan Ukraina pada lanjutan Grup C.

Untuk diketahui Arnautovic sendiri adalah pemain dengan ayah seorang Serbia dan ibu asal Austria. Etnis Serbia dan etnis Albania memiliki konflik tersendiri.

Terkait


 Pelatih kepala Jerman Joachim Loew bereaksi selama pertandingan sepak bola babak penyisihan grup F UEFA EURO 2020 antara Portugal dan Jerman di Munich, Jerman, 19 Juni 2021.

Loew Senang Jerman Tunjukkan Mentalitas Hebat

Antoine Griezmann (kiri) dari Prancis merayakan golnya ke gawang Hungaria bersama rekan setimnya Ousmane Dembele dalam pertandingan Grup F Euro 2020.

Griezmann Nilai Faktor Penonton Buat Prancis Gagal Menang

Denzel Dumfries dinobatkan sebagai pemain terbaik atau star of the match laga Belanda vs Ukraina di Euro 2020.

Bek Belanda Ini Nyaman dengan Posisi yang Diberikan De Boer

Lorenzo Insigne (kiri) dan Gareth Bale akan beradu ketajaman saat Italia menghadapi Wales dalam laga terakhir Grup A Euro 2020.

Infografis Italia vs Wales: Laga Penentuan Juara Grup A

Aksi Robin Gosens dari Jerman di Euro 2020.

Gosens Hadirkan Senyum di Wajah Joachim Loew

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@rol.republika.co.id (Marketing)

Ikuti

× Image