Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Menkominfo Minta Operator Selesaikan Pembangunan BTS 4G

Senin 14 Jun 2021 19:06 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Dwi Murdaningsih

Jaringan 4G (Ilustrasi)

Jaringan 4G (Ilustrasi)

Operator seluler mulai mengkomersialisasikan teknologi generasi 5 atau 5G

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA-- Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate meminta operator seluler agar menyelesaikan pembangunan BTS-BTS 4G sinyal 4G di wilayah-wilayah komersial. Hal ini disampaikan Johnny, saat mengumumkan hasil uji laik 5G Indosat Ooredoo, hari ini.

Menurut Johnny, kendati operator seluler mulai mengkomersialisasikan teknologi generasi 5 atau 5G, namun operator seluler diingatkan untuk mendukung pemerataan sinyal 4G di Tanah Air. Johnny menegaskan, Pemerintah tetap meletakkan tulang punggung transformasi digital pada penggelaran 4G signal di seluruh wilayah tanah air.

Baca Juga

Sementara, Kemkominfo melalui BLU Bakti akan menyelesaikan pembangunan infrastruktur 4G di wilayah 3T di tahun 2021 dan 2022. 

"Di saat yang bersamaan, pemerintah meminta agar operator seluler juga menyelesaikan pembangunan BTS, BTS 4G, sinyal 4G ya di wilayah wilayah komersial, termasuk komitmen dari Indosat," kata Johnny dalam keterangan pers secara virtual, Senin (14/6).

Ia meyakini, jika itu dilakukan akan terjadi koeksistensi antara layanan 4G dan 5G, yakni 4G untuk wilayah nasional dan layanan 5G inisial commercial Operation untuk selected area atau area-area yang dipilih.

Ia memastikan, Pemerintah akan melakukan farming dan refarming spektrum frekuensi untuk memungkinkan penggelaran 5G yang lebih efisien, namun kaligus mendukung pemanfaatan 4G yang juga semakin optimal.

Menurutnya, pembangunan 5G ini akan mengubah  cara kehidupan masyarakat dalam mengisi dunia digital, mengingat kecepatan yang luar biasa namun latensinya yang rendah.

"Karenanya juga, saya berharap bahwa penggelaran 4G untuk mendukung sebagai tulang punggung transformasi digital kita dan inisial commercial operation 5G dapat kita manfaatkan secara maksimal, secara optimal dan secara cerdas untuk kepentingan pembangunan negara kita," katanya.

Johnny mengatakan, Indonesia telah memasuki era 5G beberapa waktu lalu tepatnya 27 Mei ditandai komersialisasi layanan 5G dari PT Telkomsel. Kemudian pada hari ini Kemkominfo juga menerbitkan Surat Keterangan Laik Operasi (SKLO) kepada PT. Indosat Ooredoo, Tbk untuk melakukan pengujian di Jakarta Pusat area Monas, yakni: Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan Medan Merdeka Selatan.

Johnny mengatakan, dengan diterbitkannya SKLO 5G ini menandakan bahwa seluruh sarana dan prasarana untuk penggelaran jaringan 5G yang telah selesai dibangun oleh PT. Indosat Tbk, secara teknis siap dioperasikan. Khususnya akan dilakukan pada pita frekuensi 1.800 Mhz atau 1,8 Ghz dengan lebar pita 20 Mhz dalam rentang 1837,5 sampai 1857,5 Mhz.

Ia berharap layanan 5G ini dapat mendukung kemajuan industri dan masyarakat di masa depan, seiring dengan perkembangan kecerdasan buatan atau artifisial intelijen serta teknologi internet of thing (IoT). Selain itu,  ia menyakini layanan 5G akan terus berkembang dan akan terus diperluas berdasarkan pertumbuhan permintaan pasar di lokasi lokasi lainnya.

Selain di Pulau Jawa, kata Johnny, penggunaan jaringan 5G juga akan diterapkan pada tempat-tempat yang menjadi prioritas utama destinasi wisata, diantaranya seperti Danau Toba di Sumatera Utara, Borobudur di Jawa Tengah, Mandalika di NTB, Labuan Bajo di NTT dan Likupang di Sulawesi Utara.

"Selain itu akan ada lokasi industri manufaktur yang juga akan menerima jaringan 5G serta tentunya ibukota negara baru pada tahun 2024 mendatang," ungkapnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA