Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Membaca 15 Menit Sehari Baik untuk Kesehatan Otak

Selasa 15 Jun 2021 06:55 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Nora Azizah

Membaca hanya 15 hingga 30 menit sehari dapat membantu meningkatkan kesehatan otak.

Membaca hanya 15 hingga 30 menit sehari dapat membantu meningkatkan kesehatan otak.

Foto: Wikimedia
Membaca hanya 15 hingga 30 menit sehari dapat membantu meningkatkan kesehatan otak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketika ditanya bagaimana cara melindungi pikiran dari tanda-tanda penuaan, Anda mungkin akan menjawab olahraga, konsumsi makanan sehat dan cukup tidur. Namun ternyata, membawa, juga bagus untuk kesehatan otak jangka pendek dan jangka panjang. Ahli saraf, Kristen Willeumier, menjelaskan bahwa membaca hanya 15 hingga 30 menit sehari dapat membantu meningkatkan kesehatan otak.

“(Ketika) otak belajar, itu akan membentuk peta kognitif ini. Jadi semakin banyak membaca, otak Anda akan semakin tajam dan sehat dalam jangka panjang. Semakin banyak koneksi saraf yang Anda buat dari waktu ke waktu,” kata Willeumier seperti dilansir dari Womans World, Senin (14/6).

Baca Juga

Willeumier juga tidak membatasi genre buku yang harus dibaca agar mendapat manfaat. Menurut dia, membaca apapun yang disukai entah buku sastra, biografi, sejarah ataupun majalah memiliki manfaat yang sama bagi otak.

Banyak penelitian mendukung pernyataan Dr Willumier. Sebuah studi menunjukkan bahwa aktivitas seperti membaca dapat meningkatkan kesehatan otak seiring bertambahnya usia dan mencegah timbulnya penyakit seperti Alzheimer.

Selain itu, membaca dapat berdampak tidak langsung pada fungsi kognitif dengan membantu hal-hal lain yang penting untuk menjaga pikiran Anda tetap tajam. Misalnya, membaca terbukti meningkatkan kualitas tidur dan mengurangi stres, yang keduanya merupakan komponen kunci dari otak yang kuat.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA