Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Pelatih Persib Komentari Pelanggaran Keras di Laga Uji Coba

Senin 14 Jun 2021 19:01 WIB

Rep: Hartifiany Praisra/ Red: Muhammad Akbar

Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Rabu (17/3).

Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Rabu (17/3).

Foto: Republika/Hartifiany Praisra
Laga uji coba Persib kontra Persikabo berjalan dengan jumlah tim yang lengkap

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Laga uji coba antara Persib Bandung melawan Tira Persikabo pada Sabtu (12/6) kemarin menarik perhatian publik. Laga yang berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung itu harus tercoreng dengan pelanggaran keras.

Adalah tendangan dari Gilang Ginarsa ke arah kepala Frets Butuan yang menjadi kecaman publik. Gilang berdalih tendangan itu tidak bermaksud ke arah Frets.

Pelatih Persib, Robert Rene Alberts mengomentari pelanggaran tersebut. Menurutnya, pemain merespon pelanggaran tersebut dengan sangat baik karena tidak terpancing emosi.

"Frets mendapat terjangan yang sangat buruk, bagus reaksi yang ditunjukkan oleh pemain kami. Mereka tidak bereaksi dengan melakukan kekerasan," kata Robert dalam wawancara virtual, Senin (14/6).

Robert menyebut pemainnya melakukan apa yang memang sudah seharusnya dilakukan dengan melindungi Frets yang terjatuh dan menjauh dari tim lawan. Dengan itu, tidak ada pertengkaran yang terjadi di lapangan.

"Tim medis kami masuk ke lapangan karena bisa saja itu menjadi cedera yang serius," kata Robert.

Robert pun melihat hal yang sama dari apa yang terjadi antara Denmark dan Finlandia saat Christian Eriksen pingsan di lapangan. Termasuk bagaimana rekan satu tim Eriksen melindunginya agar menjaga privasi rekan satu tim saat medis melakukan pekerjaannya.

"Tim kami juga melakukan itu saat laga uji coba melawan Tira Persikabo. Kami juga mengizinkan Tira Persikabo untuk memasukkan pemain pengganti," kata Robert.

Laga tersebut tetap berjalan dengan jumlah tim yang lengkap karena adanya pemutihan kartu. Dengan melakukan itu, Persib bisa tahu apa yang harus dilakukan ketika menghadapi krisis di lapangan, baik itu pelanggaran keras ataupun cedera.

"Persib Bandung adalah contoh yang bagus terutama di pramusim ini. BUkan tentang hasil, tapi bagaimana membangun rasa peduli pemain pada tim lain dan sesama pemain," kata Robert.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA