Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

Dampak Pandemi yang Dirasakan Para Lansia

Senin 14 Jun 2021 15:21 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Nora Azizah

Krisis kesehatan dan mental juga menjadi dampak bagi lansia selama pandemi.

Krisis kesehatan dan mental juga menjadi dampak bagi lansia selama pandemi.

Foto: Pixnio
Krisis kesehatan dan mental juga menjadi dampak bagi lansia selama pandemi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bukan cuma relasi orang tua dan anak yang terimbas pandemi, tapi juga ikatan kakek-nenek dan cucu. Sebuah jajak pendapat mendalami bagaimana krisis kesehatan setahun belakangan berdampak bagi mereka.

Survei melibatkan lebih dari 2.000 orang tua dan kakek-nenek di Inggris yang memiliki anak serta cucu berusia 0-18 tahun. Studi digagas oleh operator pelatihan Megabus, mencermati kondisi peserta selama 14 bulan masa pandemi.

Baca Juga

Sebanyak tiga perempat dari kakek-nenek yang terlibat survei sangat menginginkan waktu kembali bersama cucu mereka. Pasalnya, rata-rata waktu 30 jam yang biasanya dihabiskan dalam sebulan bersama cucu tidak bisa didapatkan.

Sebagian kakek-nenek kecewa karena kehilangan momen penting seperti melihat langkah pertama atau mendengar kata pertama cucu mereka. Rata-rata melewatkan 27 kali waktu bermain, 24 kali waktu bercerita, dan 18 kali jemputan sekolah.

Begitu juga rata-rata 19 kali waktu tidur bersama cucu yang hilang. Kakek-nenek pun rata-rata melewatkan 49 pelukan, 47 ciuman, 40 percakapan, dan 25 kali waktu makan bersama cucu-cucu mereka sejak awal pandemi.

Direktur Pelaksana Megabus, Mark Venables, mengatakan bahwa tahun lalu enam dari 10 orang tua mengungkap bahwa anak mereka kehilangan kakek-nenek. Banyak kesulitan dan kesedihan yang dirasakan karena jauh dari orang terkasih.

"Tahun lalu memang berat bagi semua orang, tetapi yang jelas dari penelitian ini adalah kakek-nenek memainkan peran penting dalam kehidupan cucu-cucu mereka," ujar Venables, dikutip dari laman Independent, Senin (14/6).

Venables ikut senang karena anak dan orang tua akan segera bisa bersatu kembali dengan kakek-nenek setelah meluasnya program vaksinasi. Dia berharap kakek-nenek bisa terus terhubung dengan cucu dan kehidupan lebih normal segera terwujud.

Untuk membantu kakek-nenek bersatu kembali dengan anak serta cucu, Megabus meluncurkan program Grand Reunion. Perusahaan menawarkan perjalanan gratis bagi kakek-nenek terpilih untuk mengunjungi keluarga yang berjarak jauh.

Pada tayangan kampanye Grand Reunion, Megabus telah mempertemukan salah satu keluarga. Mereka adalah pasangan kakek-nenek bernama Nick Ploughright dan Louise Ploughright yang sudah berjumpa dengan para cucu.

Akibat pandemi, Nick dan Louise sudah lebih dari delapan bulan tidak mengunjungi para cucu, yaitu Archie (10 tahun) dan Ava Rollini (sembilan tahun). Sejak Maret 2020, mereka hanya melihat cucu mereka sebanyak dua kali.

Louise sangat senang bisa kembali bersama cucu. Dia dan suami merasa menjadi sangat tua sejak lockdown karena harus berdiam di rumah saja. Dia menganggap pertemuan dengan cucu adalah sebuah kebutuhan penting dalam hidup.

"Kami bisa mendapat energi dan membuat kami merasa muda kembali. Kami tidak sabar untuk menghabiskan waktu melakukan semua hal yang kami sukai dan berada di sekitar antusiasme menular Ava dan Archie sekali lagi," tuturnya.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA