Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

Pengakuan G7 Jadi Angin Segar Buat Taiwan

Senin 14 Jun 2021 15:12 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Christiyaningsih

Warga beraktivitas di salah satu pasar di Taipei, Taiwan, Ahad (29/11).

Warga beraktivitas di salah satu pasar di Taipei, Taiwan, Ahad (29/11).

Foto: AP Photo/Chiang Ying-ying
Pemerintah Taiwan menyatakan terima kasih yang mendalam atas dukungan G7

REPUBLIKA.CO.ID,

REPUBLIKA.CO.ID, TAIPEI -- Kelompok Tujuh (G7) memberikan dukungan kepada Taiwan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pengakuan ini, menurut kantor kepresidenan Taiwan, menjadi pernyataan yang bersahabat.

"Taiwan pasti akan mematuhi perannya sebagai anggota kawasan yang bertanggung jawab dan juga akan dengan tegas mempertahankan sistem demokrasi dan menjaga nilai-nilai universal bersama," kata juru bicara kantor kepresidenan Taiwan, Xavier Chang.

Para pemimpin G7 mengecam China atas hak asasi manusia di Xinjiang, menyerukan Hong Kong untuk menjaga otonomi tingkat tinggi, dan menggarisbawahi pentingnya perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan. Pernyataan ini, menurut Chang, menjadi pertama kalinya komunike para pemimpin G7 menekankan pentingnya perdamaian dan stabilitas di selat itu.

Chang mengatakan pernyataan bersama itu pun pertama kalinya menunjukan konten yang bersahabat dengan Taiwan. Atas tanggapan tersebut, pemerintah Taiwan pun menyatakan terima kasih yang mendalam atas dukungan G7.

Menurut Chang, Taiwan dan negara-negara anggota G7 berbagi nilai-nilai dasar seperti demokrasi, kebebasan, dan hak asasi manusia. Taipei akan terus memperdalam kemitraannya dengan negara-negara G7 dan negara-negara lain yang berpikiran sama dan berusaha untuk mendapatkan dukungan yang lebih besar dari komunitas internasional.

"Taiwan juga akan dengan tegas menyumbangkan kekuatan terbesar untuk kebaikan bagi perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di kawasan Indo-Pasifik," kata Chang.

China telah meningkatkan tekanannya terhadap Taiwan yang dikelola secara demokratis dalam beberapa bulan terakhir. Beijing aktif melakukan latihan militer di dekat pulau itu ketika mencoba untuk menegaskan kedaulatan daratan.

Sementara sebagian besar negara, termasuk anggota G7, tidak memiliki hubungan diplomatik formal dengan Taiwan, kelompok itu bersama dengan sekutu Barat lainnya telah memperkuat dukungan mereka untuk pulau itu. Salah satunya dengan menyerukan Taiwan untuk diberikan akses yang tepat ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) selama pandemi virus corona. Taiwan bukan anggota karena keberatan China yang menganggapnya hanya salah satu provinsinya tanpa hak untuk mewakili sebagai negara.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA