Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

Pengamat: PDIP-Gerindra Berpotensi Pecah Kongsi 

Senin 14 Jun 2021 14:04 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Agus Yulianto

Executive Director of Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago.

Executive Director of Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago.

Foto: Dok. Pribadi
PDIP dengan suara mayoritas sebenarnya bisa mencalonkan presidennya sendiri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago mengamati PDIP dan Partai Gerindra belakangan ini cenderung mesra. Namun, dia menduga kedua partai ini berpeluang saling beradu pada Pilpres 2024.

Pangi memandang, Prabowo Subianto hampir pasti kembali bertarung demi meraih kursi RI 1 dalam Pilpres 2024. Dengan elektabilitasnya yang selalu tinggi di berbagai survei, besar kemungkinan Prabowo hanya akan maju sebagai capres.

"Prabowo sepertinya tidak ada pilihan, akan mengambil dan fokus pada capres," kata Pangi kepada Republika.co.id, Senin (14/6).

Pangi menyebut, Prabowo tinggal harus berhitung matang dan cermat soal siapa sosok yang akan menjadi cawapresnya. Menurutnya, perlu komunikasi intens dan lobi kuat agar partai lain bersedia menyodorkan cawapres sekaligus memenuhi presidential threshold.

"Tinggal siapa cawapresnya, ini yang biasa nggak ketemu, bisa ada kebuntuan politik," ujar Pangi.

Terkait wacana duet Prabowo-Puan Maharani, menurut Pangi, akan memunculkan problem. Pasalnya, PDIP dengan suara mayoritas di parlemen sebenarnya bisa mencalonkan presidennya sendiri. Dia menduga, sulit bagi PDIP ikhlas mencalonkan Puan hanya sebagai cawapres.

"Apa iya PDIP mau jadi cawapres? Partai sekelas PDIP yang pemenang pemilu? Titik temunya bisa nggak ketemu. Buntutnya koalisi partai besar PDIP dan Gerindra," ucap Pangi.

Pangi menekankan, PDIP dan Gerindra masing-masing memiliki ego partai karena besarnya suara di parlemen. Penentuan soal siapa yang menjadi cawapres dalam koalisi PDIP-Gerindra bisa memunculkan riak perpecahan.

"Koalisi Gerindra-PDIP ini sangat bergantung nanti pada figur capres-cawapres. Kedua, sangat bergantung pada posisi capres atau cawapres karena biasanya partai punya gengsi," kata Pangi menegaskan.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, unggul dalam survei terbaru yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) bertajuk "Partai Politik dan Calon Presiden: Sikap Pemilih Pasca 2 Tahun Pemilu 2019". Dalam simulasi semiterbuka dengan 42 nama, Prabowo unggul dengan 21,5 persen.

Survei ini dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan jumlah responden sebanyak 1.220. Margin of error survei di angka +- 3,05 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Pengambilan data di lapangan dilakukan pada 21-28 Mei 2021. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA