Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

Sandiaga Uno: Bima Destinasi Wisata Baru di Indonesia

Senin 14 Jun 2021 12:27 WIB

Red: Agus Yulianto

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menyebutkan, Bima kini akan bersaing dengan daerah tujuan wisata lainnya di Indonesia.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menyebutkan, Bima kini akan bersaing dengan daerah tujuan wisata lainnya di Indonesia.

Foto: Istimewa
Desa Wisata Maria Wawo juga berkembang dalam pemanfaatan potensi desa di segi kriya.

REPUBLIKA.CO.ID, BIMA -- Bima, Nusa Tenggara Barat, terus berbenah agar tak tertinggal dari daerah lain dalam industri pariwisata nasional. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menyebutkan, Bima kini akan bersaing dengan daerah tujuan wisata lainnya di Indonesia.

Penegasan ini disampaikan Sandiaga Uno dalam kunjungan ke Desa Wisata Maria, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat usai mengunjungi situs bersejarah yang masih lestari hingga kini yakni Uma Lengge.

Uma Lengge merupakan bangunan tradisional suku Mbojo yang mendiami wilayah yang kini masuk dalam Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima. Uma Lengge berbentuk kerucut di bagian atap. Pada zaman dulu, Uma Lengge digunakan sebagai tempat tinggal oleh masyarakat Wawo dan sebagian digunakan juga sebagai lumbung padi.

“Daya tarik wisata budaya Uma Lengge sangat langka. Bernilai sejarah tinggi karena ini adalah situs warisan budaya dari para leluhur suku Mbojo yang memiliki nilai sejarah dan keunikan tinggi dalam industri pariwisata," kata Sandi panggilan akrab Sandiaga Uno dalam keterangannya yang diterima Republika.co.id, Senin (14/6). 

 

photo
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menyebutkan, Bima kini akan bersaing dengan daerah tujuan wisata lainnya di Indonesia. - (Istimewa)
 

"Kami akan terus memberikan pendampingan di Desa Wisata Maria agar objek wisata ini tumbuh dan menjadi destinasi wisata baru di Indonesia,” tegasnya.

Pendampingan itu, menurut Sandi, meliputi seluruh aspek yang diperlukan oleh desa wisata dengan penyusunan rencana pembangunan desa wisata dilanjutkan dengan pembangunan sumber daya manusia, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga desa wisata, kemudian pendampingan institusi desa wisata. Serta, pembangunan fisik atau infrastruktur dengan melibatkan kementerian dan lembaga-lembaga terkait.

“Bagi kami kebangkitan pariwisata ini dimulai dari desa wisata yang nantinya kita harapkan menjadi tonggak kebangkitan ekonomi. Kita ingin desa wisata hadir membuka peluang ekonomi dan membuka lapangan kerja serta lapangan usaha seluas-luasnya untuk meningkatkan ekonomi rakyat yang sangat membutuhkan pertolongan," katanya. Dalam program pembangunan nasional, banyak hal yang belum tersentuh dan baginya inilah program yang berkeadilan dan tepat sasaran. Sandi mengungkapkan, dampak langsung dari kunjungan ke desa wisata yang dilakukan Kemenparekraf telah memacu kenaikan ekonomi desa yang sangat siginfikan. 

“Kami mendapat laporan, Desa Wisata Pujon Kidul kabupaten Malang setelah disentuh dengan kunjungan oleh Kemenparekraf dalam program Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 kunjungannya meningkat. Nah, ini adalah dukungan konkret yang telah kami lakukan,” ujarnya.

Dia pun berharap, desa-desa wisata yang sudah mendapat kunjungan oleh Kemenparekraf mampu tumbuh dengan baik. “Saya juga berharap Desa Wisata Maria dengan Uma Lengge ini naik kunjungannya, sehingga akan membuka lapangan usaha bagi warga desa di sini,” tegasnya.

Sebelumnya, Desa Wisata Maria Wawo, Kabupaten Bima dipilih dalam kegiatan sosialisasi ini karena Desa Maria Wawo terkenal dengan wisata adat budayanya. Seperti budaya Uma Lengge yang sangat terkenal dan menjadi warisan budaya, juga atraksi budaya lainya yang ditawarkan oleh desa wisata maria, antara lain tari sambutan adat Makatua, Tari Wura Bongi Monca, Kareku Kandei (menumbuk padi dengan bunyi berirama), tari Mpa’a Ntumbu Tuta. 

Desa Wisata Maria Wawo juga berkembang dalam pemanfaatan potensi desa di segi kriya , dengan dibangunnya beberapa UMKM dan Produk lokal, seperti kain tenun khas Bima, kerajianan tangan dari olahan rotan/bambu juga kuliner khas bima yang sangat beragam seperti Kapore, Nasi Santan Tujuh Rupa (Oha Kantai, Oha Santa ‘Bue, Oha Santa Witi, Oha Santa Pejo, Oha Santa Lawu’i, Oha Santa Mpoa, dan Oha Santa Mina). Komoditas kopi juga menjadi khas dari Bima yang bisa dinikmati langsung di sini.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA