Senin 14 Jun 2021 11:42 WIB

Kamp Rohingya di India Terbakar, Ratusan Pengungsi Terlantar

Api dilaporkan menghanguskan kamp yang menjadi ​​rumah bagi 55 keluarga

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Christiyaningsih
Kamp Rohingya terbakar. Ilustrasi.
Foto: AP/Shafiqur Rahman
Kamp Rohingya terbakar. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- Kebakaran hebat menghanguskan kamp pengungsi Rohingya di ibu kota India, New Delhi pada Sabtu (12/6). Kejadian ini dilaporkan berdampak pada ratusan pengungsi yang kehilangan tempat tinggal, meskipun tidak ada kematian atau cedera serius yang dilaporkan dalam kebakaran tersebut.

Dilansir Aljazirah, kebakaran terjadi sekitar pukul 23.30 waktu New Delhi dan dengan cepat menyebar ke seluruh kamp. Api membuat 55 tempat penampungan menjadi abu di daerah Madanpur Khadar di selatan ibu kota.

Baca Juga

Departemen pemadam kebakaran ibu kota nasional mengatakan mereka menempatkan 15 mobil pemadam kebakaran dan mengendalikan kobaran api dalam waktu sekitar enam jam. “Kami ke lokasi dengan cepat dan mulai memadamkan api,” kata seorang operator di Delhi Fire Service, Sandeep.

Api dilaporkan menghanguskan kamp yang menjadi ​​rumah bagi 55 keluarga dan memenuhi langit dengan gumpalan asap dan api. Para pengungsi bergegas ke tempat yang aman dan berteriak minta tolong.

Sufia Khatoon (32 tahun) sedang tidur di dalam gubuknya bersama ibu dan anaknya yang cacat fisik saat kebakaran terjadi. Ia menyebut api dimulai di sebuah gubuk yang ditinggalkan. Dia juga memohon kepada pemerintah dan kelompok-kelompok bantuan untuk bantuan makanan dan tempat tinggal.

“Ketika kami melihat api, saya memegang tangan ibu saya dan menggendong anak saya dan melarikan diri ke tempat yang aman di luar kamp. Kami kehilangan segalanya. Api bahkan menghanguskan sedikit uang yang kami simpan untuk kebutuhan sehari-hari. Kami tidak punya satu rupee [India] untuk membeli air," kata Khatoon.

Pengungsi tidak berdokumen. Asif Mujtaba yang juga seorang aktivis yang berbasis di Delhi mengatakan kepada Aljazirah kelompoknya adalah salah satu yang pertama memberikan bantuan segera setelah api padam.

“Kami memindahkan mereka yang membutuhkan perhatian medis ke rumah sakit terdekat, dan mengatur air dan makanan untuk para pengungsi,” kata Mujtaba.

Dia menambahkan bahwa dirinya menjangkau para pejabat untuk membantu mendirikan kamp bantuan sementara bagi mereka di musim panas yang terik. “Kami juga memetakan rincian keluarga yang menderita kerugian dalam kebakaran tersebut,” tambahnya.

Relawan lain, Ahmad Kamal, membuka pintu asrama terdekatnya dan melindungi beberapa orang Rohingya untuk malam itu, memberi mereka makanan dan air. "Kami lapar. Beberapa orang datang ke sini di pagi hari dan memberi kami pisang dan susu,” kata pengungsi Tayyab Begum, 45 tahun.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement