Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Habib Rizieq Shihab Jalani Sidang Pembacaan Replik JPU

Senin 14 Jun 2021 10:09 WIB

Red: Ratna Puspita

[Ilustrasi] Layar telepon genggam yang memperlihatkan Habib Rizieq Shihab saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

[Ilustrasi] Layar telepon genggam yang memperlihatkan Habib Rizieq Shihab saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Tak hanya Habib Rizieq, dua terdakwa lainnya juga akan menjalani sidang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Terdakwa Habib Rizieq Shihab dijadwalkan menjalani sidang dengan agenda pembacaan replik dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk perkara tes usap di RS UMMI Bogor di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (14/6). "Agenda sidang pembacaan replik terhadap pledoi dari penuntut umum," kata Humas Pengadilan Negeri Jakarta Timur Alex Adam Faisal saat dikonfirmasi di Jakarta.

Alex mengatakan bahwa sidang pembacaan replik itu akan dimulai pada pukul 09.00 WIB di Ruang Sidang Utama Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur. Tak hanya Habib Rizieq, dua terdakwa lainnya, yaitu Direktur Utama RS UMMI Bogor dr Andi Tatat dan menantu Rizieq, Hanif Alatas, juga akan menjalani sidang dengan agenda serupa.

Baca Juga

Sebelumnya, pada Kamis (10/6) lalu, Habib Rizieq membacakan pledoi atau pembelaan dari pihak terdakwa dan kuasa hukum. Habib Rizieq dalam pledoinya membandingkan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus tes usap RS UMMI Bogor dengan perkara korupsi yang dilakukan Djoko Tjandra.

"Djoko Tjandra dan Jaksa Pinangki masing-masing dituntut empat tahun penjara. Sedangkan Irjen Napoleon lebih ringan hanya tiga tahun, dan Brigjen Prasetyo dua setengah tahun," kata Habib Rizieq.

Habib Rizieq dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) berupa pidana enam tahun penjara atas kasus tes usap RS UMMI Bogor. JPU menyatakan Habib Rizieq bersalah melanggar pasal 14 ayat 1 UU Nomor 1 Tahun tentang 1946 Peraturan Hukum Pidana.

Habib Rizieq dianggap melakukan tindak pidana pemberitahuan bohong karena menyatakan kondisinya sehat meski terkonfirmasi Covid-19 saat dirawat di RS UMMI Bogor pada November 2020.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA