Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

INW Sampaikan Apresiasi dan Kritik Atas Penangkapan Anji

Senin 14 Jun 2021 08:44 WIB

Red: Nashih Nashrullah

INW mengingatkan polisi tak mudah berikan status rehabilitasi. Borgol. Ilustrasi

INW mengingatkan polisi tak mudah berikan status rehabilitasi. Borgol. Ilustrasi

Foto: Antara/Zabur Karuru
INW mengingatkan polisi tak mudah berikan status rehabilitasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Indonesia Narcotic Watch (INW) mengapresiasi komitmen Polri dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba, khususnya di kalangan artis atau publik figur.   

Namun disisi lain, Direktur  Indonesia Narcotic Watch, Budi Tanjung, meminta pihak kepolisian jangan terlalu mudah atau terlalu cepat memberikan status rehabilitasi terhadap para tersangka narkoba.  

Baca Juga

Dia mengingatkan polisi jangan terlalu gampang memberikan status rehabilitasi kepada artis atau siapapun yang telah berstatus tersangka. 

Hal inilah salah satu faktor, menurut dia, yang membuat para pengguna narkona tidak pernah jera karena mereka juga menganggap status rehabilitasi itu masih bisa dikompromikan dengan para oknum. “Kalaupun harus direhabilitasi, parameternya harus jelas dan hasil asesmennya harus transparan," kata dia, dalam keterangannya, Senin (14/6).   

Dalam hal memberikan status rehabilitasi di rumah-rumah rehabilitasi, INW mensinyalir ada permainan kong kali kong antara oknum polisi dengan pihak panti rehabilitasi penyalahguna narkoba. 

"Saya pernah mendapat laporan dari warga masyarakat yang mengaku dirinya diperas  oknum sebuah pengelola panti rehabilitasi di Bogor yang kami duga kuat bekerjasama dengan oknum aparat keamanan. Si korban yang saat itu diserahkan polisi ke panti rehabilitasi diminta uang ratusan juta rupiah dan sebidang tanah agar dia bisa dibebaskan," ujar dia.   

Budi mengatakan, tertangkapnya penyanyi Anji merupakan bukti nyata bahwa peredaran dan penyalahgunaan narkoba di kalangan artis masih sangat marak. Ibarat teori gunung es, penangkapan Anji ini hanya yang tampak di permukaan saja. Sedangkan yang di bawah permukaan masih sangat banyak artis-artis lain yang akrab dengan narkoba.

INW mendesak agar polisi mengusut tuntas hingga ke bandar ganja yang menjualnya kepada Anji. "Saya yakin ada sindikat besar pemasok narkoba kepada kalangan artis. Sebab si bandar menganggap bahwa kalangan artis adalah sebuah pasar yang sangat potensial dalam berbisnis narkoba," ujar dia.   

Bersdasarkan informasi yang INW peroleh, masih sangat banyak artis atau publik figur yang menggunakan barang haram tersebut.  "Ada sejumlah nama artis papan atas yang saat ini sedang dalam pantauan aparat," tutur dia. 

INW mendesak pihak kepolisian harus lebih meningkatkan keseriusannya dalam memberantas peredaranan dan penyalahgunaan narkoba.  

"Jangan lagi ada polisi yang berani bermain-main dalam menangani kasus narkoba. Jika masih ada polisi yang berani menyalahgunakan jabatannya, berarti polisi tersebut sudah siap menerima sangsi apapun atas sumpah jabatan yang dilanggarnya," kata dia.   

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA