Tuesday, 17 Zulhijjah 1442 / 27 July 2021

Tuesday, 17 Zulhijjah 1442 / 27 July 2021

Goto Berpotensi Sumbang Perekonomian Rp 300 Triliun

Senin 14 Jun 2021 07:40 WIB

Rep: Herning Banirestu (swa.co.id)/ Red: Herning Banirestu (swa.co.id)

Seorang pengemudi Gojek berdiri di depan banner Tokopedia (Foto istimewa).

Seorang pengemudi Gojek berdiri di depan banner Tokopedia (Foto istimewa).

GoJek dan Tokopedia mengumunkan perkawinannya menjadi Goto

Seperti diketahui pada Mei lalu GoJek dan Tokopedia mengumunkan “perkawinannya” menjadikan dua startup ini kekuatan yang tak terbendung. Walau merger, Tokopedia dan GoJek tetap berdiri sendiri namun di bawah ekosistem Grup GoTo. Diprediksi nilai merger ini bisa menyumbang perekonomian Indonesia sampai Rp 300 triliun.

Terlebih GoJek dan Tokopedia dikabarkan akan melakukan IPO (initial public offering). Berdasarkan analisa berbagai pengamat bisnis, valuasi GoTo mencapai US$ 40 miliar atau setara dengan Rp 560 triliun. Hal ini dihitung dari besarnya konsumen, mitra, serta penjual yang beraktivitas di dua perusahaan berbasis teknologi ini.

Riset Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM UI) mengungkapkan, aksi merger ini akan menyumbangkan Rp 300 triliun atau 1,9%-2,1% terhadap PDB serta menciptakan nilai ekonomi langsung sebesar Rp 17-34 triliun.

“Nilai ekonomi tersebut akan terjadi pada sektor perdagangan, komunikasi dan informasi, restoran, dan pendapatan rumah tangga. Berdasarkan simulasi tersebut, secara makro, penggabungan dua unicorn anak bangsa tersebut diperkirakan akan menambahkan 0,1-0,3% dari kontribusi gabungan Gojek dan Tokopedia terhadap PDB, yang dilaporkan mencapai sampai dengan lebih dari 2% atau sekitar Rp 300 triliun,” ujar Tim Peneliti LPEM UI Chaikal Nuryakin pada acara Webinar Dampak Merging Antara Platforms: Studi Kasus Gojek dan Tokopedia.

Jadi bisa dipastikan merger Tokopedia dan GoJek memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia. Tim Peneliti LPEM UI, Prani Sastiono mengungkapkan selama 2010-2019 dampak signifikan terlihat pada menurunnya tingkat kemiskinan.

“Penurunan kemiskinan terutama terjadi di wilayah kabupaten sebesar 0,443 bps. Hadirnya Tokopedia dan Gojek juga meningkatkan jumlah wirausaha sebesar 2,3%, internet entrepreneurs naik 0,22 bps, dan marketplace entrepreneurs naik 0,03 bps. Keberadaan Tokopedia dan Gojek menurunkan entry barriers dalam mendirikan usaha, sehingga mendorong lebih banyak orang/pekerja untuk berwirausaha,” paparnya.

Prani menambahkan dampak signifikan juga terjadi pada kepemilikan rekening tabungan dan kepemilikan asuransi rumah tangga terutama di wilayah kota, masing-masing sebesar 0,9 bps dan 3,45 bps.

“Dampak makro ekonomi, seperti dampak terhadap PDB dan pengeluaran, secara rata-rata saat ini masih terbatas dan lebih kuat pada daerah perkotaan, yang mengindikasikan perlunya perbaikan akses terhadap ekonomi digital, sehingga dampak positif ekonomi digital dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat. Walaupun demikian, temuan riset mengindikasikan bahwa dampak yang diciptakan bertumbuh sepanjang waktu,” ujarnya

Di sisi lain, Chaikal mamandang, merger Gojek-Tokopedia akan meningkatkan nilai tambah hampir di seluruh lini bisnis GoTo. Merger berpotensi meningkatkan jumlah transaksi dan jumlah pengguna baru. Melalui penghematan biaya dan peningkatan produktivitas, diperkirakan akan ada 20,4 juta tambahan pengguna layanan same day/instant courier melalui Tokopedia, tambahan 1,3 juta transaksi oleh penggunalama tokopedia dan 2 juta tambahan transaksi dari pengguna lama Gojek.

“Jumlah pengguna baru juga naik, di mana diperkirakan akan terdapat 3,9 juta pengguna baru Gojek, 9,1 juta pengguna baru Tokopedia, 15,2 juta pengguna baru dompet digital, dan 589 ribu penjual terdaftar baru di Tokopedia,” kata Chaikal

Dalam kesempatan yang sama, Rektor Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Agustinus Prasetyantoko juga menyampaikan bahwa dampak dinamis kontribusi Gojek dan Tokopedia terhadap perekonomian berpotensi besar untuk terus tumbuh di masa depan.

Selain itu, Agustinus juga mengatakan, walaupun kondisi pandemi COVID-19 memberi tantangan serius bagi ekonomi Indonesia, ternyata industri berbasis informasi dan teknologi menemukan momentumnya yang baik sekali untuk terus berkembang dan memperluas peluang demi membantu memulihkan ekonomi nasional.

"IPO hasil merger Gojek dan Tokopedia juga dapat mendorong masyarakat untuk berperan serta aktif di sektor keuangan yang dapat berkontribusi pada financial deepening," ungkap Agustinus.

Untuk diketahui, riset kontribusi dampak ekonomi Gojek-Tokopedia oleh LPEM UI menggunakan hasil survey dengan metode stratified random sampling. Sementara untuk mengukur dampak keberadaan Tokopedia dan Gojek selama 2010-2019 di tingkat kabupaten kota, LPEM menggunakan metode Two-Way Fixed Effects (TWFE) with Group-Time Average Treatment on Treated (ATT) Estimatordan Instrumental-Variables

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan swa.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab swa.co.id.
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA