Friday, 27 Zulhijjah 1442 / 06 August 2021

Friday, 27 Zulhijjah 1442 / 06 August 2021

Gedung Putih: NATO akan Luncurkan Inisitif Keamanan Ambisius

Senin 14 Jun 2021 06:03 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Teguh Firmansyah

NATO

NATO

Foto: [ist]
Tiga puluh negara anggota akan setujui konsep strategis NATO

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Gedung Putih mengatakan menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO pada Senin (14/6),  para pemimpin aliansi akan meluncurkan serangkaian inisiatif ambisius. Upaya ini untuk memastikannya terus memberikan keamanan hingga 2030 dan seterusnya.

Amerika Serikat (AS) menyatakan 30 negara anggota akan setuju untuk merevisi "Konsep Strategis" NATO. Langkah ini untuk memandu pendekatannya terhadap lingkungan strategis yang berkembang.

"Mencakup kebijakan dan tindakan agresif Rusia, tantangan yang ditimbulkan oleh Republik Rakyat China terhadap keamanan, kemakmuran, dan kesejahteraan kolektif kita, nilai-nilai dan ancaman transnasional seperti terorisme, ancaman dunia maya, serta perubahan iklim," kata pernyataan Gedung Putih pada Ahad (13/6).

Pernyataan Gedung Putih mengatakan Konsep Strategis baru akan disiapkan untuk diadopsi pada KTT NATO 2022. "Para pemimpin sekutu akan meluncurkan serangkaian inisiatif ambisius untuk memastikan NATO terus memberikan keamanan kepada warga kami hingga 2030 dan seterusnya," ujar pernyataan itu.

Para pemimpin NATO akan mendukung Kebijakan Pertahanan Siber baru yang meningkatkan koordinasi untuk memastikan aliansi tahan terhadap ancaman yang semakin sering dan parah. Ancaman itu, menurut Gedung Putih, termasuk serangan ransomware yang mengganggu terhadap infrastruktur penting.

Gedung Putih menambahkan bahwa anggota aliansi akan mengandalkan penyedia tepercaya untuk jaringan telekomunikasi generasi berikutnya. Para pemimpin NATO juga akan menegaskan langkah-langkah untuk memastikan keunggulan teknologi aliansi dan menyetujui "Rencana Aksi Keamanan Iklim", termasuk mengurangi gas rumah kaca dari kegiatan dan instalasi militer.

Rusia, perubahan iklim, Afghanistan, dan teknologi baru termasuk di antara topik yang direncanakan untuk didiskusikan selama pertemuan puncak sehari itu. Pertemuan akan mencapai puncaknya dalam sesi para pemimpin khusus di ruang Dewan Atlantik Utara.

Dalam putaran penentu, KTT NATO akan menyepakati reformasi aliansi yang dikenal sebagai NATO 2030. Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg akan menetapkan sembilan area. Di sini, NATO dapat memodernisasi dalam jangka menengah, termasuk lebih banyak pendanaan sekutu bersama untuk operasi militer.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA