Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Kasus Covid-19 dan Krisis Nakes, Ini Kata PPNI

Senin 14 Jun 2021 01:30 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Christiyaningsih

Sejumlah tenaga kesehatan berjalan menuju ruang perawatan pasien COVID-19 di Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC), Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Rabu (5/5/2021).

Sejumlah tenaga kesehatan berjalan menuju ruang perawatan pasien COVID-19 di Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC), Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Rabu (5/5/2021).

Foto: ANTARA/M Risyal Hidayat
PPNI minta masyarakat disiplin tegakkan prokes agar tak terjadi krisis nakes

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Meningkatnya kasus Covid-19 di Tanah Air, tak sedikit membuat tenaga kesehatan (nakes) ikut terpapar virus ini dan bisa mengakibatkan krisis tenaga medis. Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) mengaku untuk menambah nakes perawat diserahkan kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di tingkat pusat dan dinas kesehatan (dinkes) di tingkat daerah.

Ketua Satgas Covid-19 DPP PPNI Jajat Sudrajat mengakui nakes termasuk perawat berisiko terpapar virus ini karena kelelahan yang dapat menurunkan daya tahan tubuh. Terkait nakes perawat yang terpapar virus corona sehingga bisa membuat krisis nakes dan harus menambah tenaga kesehatan, ia mengaku PPNI hanya membantu merekrut relawan saja.

"Terkait pemanfaatan dan penempatan diserahkan ke Kemenkes kalau pusat dan Dinkes kalau di daerah," katanya saat dihubungi Republika, Ahad (13/6).

Baca Juga

Untuk mencegah semakin banyak nakes terpapar virus ini, PPNI meminta nakes harus disiplin menjalankan protokol kesehatan (prokes) dan standar operasional prosedur (SOP) kerja. Instansi juga diminta harus mengatur jadwal kerja yang berimbang dan lebih baik jika diberikan suplemen dan fasilitas istirahat yang baik untuk menjaga kebugaran nakes.

Di lain pihak, Jajat meminta masyarakat harus tetap waspada. "Sebab, meski virus corona tidak terlihat, dia masih ada. Berani mengabaikan prokes, berarti berani mengambil risiko terburuk," ujarnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA