Sunday, 22 Zulhijjah 1442 / 01 August 2021

Sunday, 22 Zulhijjah 1442 / 01 August 2021

Copa America Diguncang Covid-19 di Kubu Venezuela

Ahad 13 Jun 2021 22:12 WIB

Red: Israr Itah

Copa America 2021

Copa America 2021

Foto: https://copaamerica.com/en/
Venezuela akan menghadapi Brasiil pada laga pembuka, Senin (14/6) WIB.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setidaknya delapan pemain dari tim nasional sepak bola Venezuela telah dinyatakan positif Covid-19, sehari sebelum mereka memainkan pertandingan pembukaan Copa America melawan tuan rumah Brasil, Senin (14/6) pagi WIB. Menteri Kesehatan Brasil, Marcelo Queiroga, mengatakan pada konferensi pers, Ahad (12/6) WIB bahwa delapan pemain Venezuela dan empat pelatih dinyatakan positif pada Jumat, tak lama setelah tiba di Brasil.

"Mereka semua baik-baik saja. Mereka semua diisolasi di hotel mereka, bersama dengan orang-orang yang pernah kontak dengan mereka," katanya.

Baca Juga

Konfederasi sepak bola Amerika Selatan (Conmebol) kemudian sedikit memperbarui data jumlah total yang terinfeksi, dengan mengatakan 13 anggota delegasi Venezuela telah dinyatakan positif, tanpa menyebutkan berapa banyak pemain. Kapten timnas Venezuela Tomas Rincon mengungkapkan di Instagram bahwa dia adalah salah satu yang dinyatakan positif. "Saya sangat menyesal tidak bisa mewakili negara saya," tulisnya.

Virus yang menerjang timnas Venezuela itu adalah berita buruk terbaru untuk kejuaraan sepak bola Amerika Selatan yang kontroversial karena diselenggarakan di wilayah yang dilanda pandemi ketika Brasil bermain melawan Venezuela di Brasilia. Namun, wabah ini ternyata tidak bisa memaksa pembatalan pertandingan.

CONMEBOL mengatakan pada Jumat bahwa akan memungkinkan pergantian tim tanpa batas untuk pemain yang dikesampingkan karena hasil positif Covid-19 atau kontak dengan orang yang terinfeksi.

Venezuela mengatakan telah memanggil 15 pemain baru sebagai pengganti darurat. Namun, infeksi menambah sakit kepala penyelenggara yang sudah menghadapi penarikan sponsor dan serangkaian kritik atas keputusan untuk melanjutkan turnamen meskipun ada pandemi.

Sementara itu, pelatih Brasil Tite mengatakan, dia menyesal juara dunia lima kali dan difavoritkan menjadi juara Copa tahun ini, harus menghadapi Venezuela yang melemah. "Sayang sekali. Saya ingin ini menjadi pertandingan yang setara," katanya kepada wartawan sebelum latihan pra-turnamen terakhir Brasil.

Dia mengulangi apa yang dia sebut "kritik langsung" terhadap penyelenggara karena bersikeras turnamen berlangsung. Osnei Okumoto, kepala departemen kesehatan kota Brasilia, mengatakan kepada CNN bahwa departemen kesehatan sedang melacak semua orang yang pernah kontak dengan orang yang terinfeksi dan akan menguji sampel positif untuk menentukan jenis virus corona yang mereka bawa.

Brasil sudah terpukul keras oleh varian virus lokal galur "Gamma", dan kini pemerintah negara hebat di sepak bola ini sedang mengamati wabah varian virus galur "Delta" yang muncul di India. Dinas Kesehatan Brasil telah melaporkan beberapa kasus infeksi virus impor, tetapi sejauh ini belum ada konfirmasi penularan lokal.

Copa America awalnya dijadwalkan berlangsung tahun 2020, tetapi turnamen sepak bola internasional tertua di dunia itu ditunda 12 bulan oleh pandemi. Turnamen nyaris dibatalkan lagi setelah kehilangan tuan rumah "asli" yakni Argentina dan Kolombia. Argentina batal sebagai tuan rumah pada menit terakhir karena lonjakan Covid-19 di negara ini, sedangkan Kolombia batal karena adanya protes keras antipemerintah di sana.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA