Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Satu Ton Sampah diangkut dari Jalur Gunung Gede-Pangrango

Senin 14 Jun 2021 04:29 WIB

Red: Gita Amanda

  Suasana kawasan wisata Air Terjun Cibeureum di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Bogor. (Republika/Raisan Al Farisi)

Suasana kawasan wisata Air Terjun Cibeureum di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Bogor. (Republika/Raisan Al Farisi)

Pendaki gunung dan pencinta alam semestinya peduli pada kebersihan lingkungan

REPUBLIKA.CO.ID, CIANJUR -- Satu ton lebih sampah diangkut dari dua jalur pendakian Gunung Gede-Pangrangoyang berada di wilayah KabupatenCianjur, Provinsi Jawa Barat, dalam kegiatan pembersihan yang dilakukan oleh sukarelawan selama dua hari.

Humas Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Poppy Oktadiyani saat dihubungi lewat telepon pada Ahad (13/6), menjelaskan bahwa 142 sukarelawan mengumpulkan 828 kilogram sampah di jalur pendakian Ciputridan 295,5 kilogram sampah di jalur pendakian Cibodas. "Sampah plastik yang paling banyak, seperti botol bekas air mineral, bungkus mi instan, dan kaleng," katanya.

"Sampah tersebut ditinggalkan pendaki. Padahal sebelum naik sudah diwajibkan bagi pendaki untuk membawa kembali sampah yang mereka bawa," ia menambahkan.

Relawan Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) Niko Rastagil, mengatakan bahwa pemandu dan petugas taman nasional sudah selalu mengingatkan pendaki supaya tidak meninggalkan sampah di kawasan taman nasional. "Kami selalu ingatkan pendaki agar tidak meninggalkan sampah sekecil apa pun, terlebih sampah plastik," katanya.

Ia mengemukakan, pendaki gunung dan pencinta alam semestinya peduli pada kebersihan dan kelestarian lingkungan. "Jangan sampai mereka mengaku pencinta alam tapi meninggalkan sampah," kata Niko.

Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrangoakan menggencarkan kampanye budaya bersih ke pendaki supaya mereka tidak lagi meninggalkan sampah saat melakukan pendakian. "Kami mengimbau bagi pendaki untuk membawa kembali sampahnya saat turun agar kelestarian dan kebersihan jalur pendakian tetap terjaga," kata Poppy.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA