Monday, 16 Zulhijjah 1442 / 26 July 2021

Monday, 16 Zulhijjah 1442 / 26 July 2021

Beli Barang Cacat Produk di Modena, 2 Bulan tak Ada Solusi

Ahad 13 Jun 2021 18:54 WIB

Red: Israr Itah

Dispenser cacat produk yang dibeli dari Modena cabang Satrio.

Dispenser cacat produk yang dibeli dari Modena cabang Satrio.

Foto: DOKPRI
Sales Modena menyatakan barang display normal, tapi dipakai dua hari sudah rusak.

REPUBLIKA.CO.ID, Lihat iklan ada promo Modena Indonesia, kebetulan mau beli dispenser. Begitu datang ke Modena cabang Satrio, saya bingung, kok nggak promo harganya? 

Kata salesnya yang berinisial D, "Ibu kalau mau promo ada di belakang."

Ikut sales D ke belakang. Ditunjukinlah barang-barang promo. Katanya cuma lecet saja karena barang display. Saya tanyakan berulang kali, "Benar cuma barang display? Yakin cuma lecet aja? Beneran bukan rusak?"

Jawaban untuk semua pertanyaan adalah,"Iya Ibu, ini barang display makanya didiskon. Nggak ada yang rusak."

Saya: "Pernah dipakai tidak, diisi air galon?"

Sales: "Ya nggak Ibu...namanya display, dipajang doang."

Saya: "Ini barang display dari mana?"

Sales: "Dari toko sini saja."

Saksinya adik ipar saya, cukup jelas saya bertanya. Kejadiannya bulan April lalu.

Berarti Modena sebenarnya bukan diskon, tapi menjual barang display grade A dan B yang bisa dikatakan cacat. Begitu kesimpulan saya. Ya sudahlah, pikir saya saat itu. Beli yang diskon saja, toh cacatnya cuma lecet. Sementara nanti di rumah juga bakalan lecet.

Beli 26 April 2021 sampai sekarang total dipakai 2 hari. Rusak...3 kali diperbaiki dengan teknisi berbeda. Pertama airnya meluber. Kedua dan ketiga masih rusak juga, tapi kebalikannya. Airnya tidak mau naik.

Kalau begini akad jual belinya sudah terhitung gharar. Menjual barang tidak sesuai yang dideskripsikan. Kalau jujur dia infokan "mungkin" ada kerusakan, maka saya akan beli yang baru, bukan diskonan.

Minta penggantian nggak bisa katanya. Setelah saya cek di faktur pembelian, memang tertulis barang yang sudah dibeli tidak bisa ditukar atau dikembalikan. 

Butir "barang yang sudah dibeli tidak bisa ditukar atau dikembalikan" di faktur pembelian menurut hemat saya sudah termasuk pernyataan yang mengikat secara hukum, meskipun tanpa materai.

Namun gara-gara ini, saya jadi teringat Pasal 1321 KUHPer yang mengatakan bahwa tiada sepakat yang sah jika sepakat itu diberikan karena kekhilafan, atau diperoleh dengan paksaan atau penipuan. 

Oh ya, walaupun saya jurusan Ekonomi, saya tahu banyak hukum karena almarhumah ibu saya bekerja di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Sampai sekarang customer service Modena tidak bisa memberi solusi selain mengirim teknisi. Bahkan barusan chat saya tidak dibalas sama sekali.

Beli Modena display, bisa dapat merek Mit* baru. Bukan harga murah yang saya bayar. 

Saya sudah mengabari, kalau tidak ada solusi dari Modena, akan saya up di mesos dan suara pembaca media. 

Batas waktu telah terlewati dan tidak ada tanggapan dari pihak Modena, makanya saya tulis di medsos dan surat pembaca ini.

Dispenser saya dirumah jadi display juga sekarang. Dipajang sampai berdebu. Jangan-jangan maksud mas D barang display adalah barang untuk dipajang doang, bukan digunakan sebagaimana mestinya. 

Semoga surat pembaca ini bisa menjadi solusi permasalahan saya. Saya nyatakan tidak ada niat sedikit pun untuk menjelekkan atau menjatuhkan pihak Modena. Saya hanya ingin mendapatkan hak saya sebagai konsumen dengan baik.

Salam

Afi

(Nama lengkap dan alamat ada pada Redaksi)

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA