Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Era Pariwisata Luar Angkasa Dimulai

Sabtu 12 Jun 2021 22:22 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Luar angkasa (ilustrasi)

Luar angkasa (ilustrasi)

Foto: Wikimedia
Sejauh ini perjalanan ruang angkasa masih dilakukan untuk tujuan ilmu pengetahuan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pendiri Amazon, Jeff Bezos akan memulai penerbangan ke luar angkasa pada 20 Juli mendatang. Ini menandai dimulainya era pariwisata luang angkasa. Perusahaan penerbangan lain pun mulai berlomba menawarkan perjalanan serupa.

Kini, desas-desus mulai beredar bahwa Sir Richard Branson dari Virgin Records juga akan melakukan hal yang sama dengan pesawat rancangan perusahaannya, Virgin Galactic.

Baca Juga

Persaingan antara dua miliarder ini menyoroti menggeliatnya aktivitas pariwisata ruang angkasa. Perusahaan-perusahaan berusaha menawarkan perjalanan ruang angkasa kepada orang-orang, atau setidaknya bagi mereka yang mampu membayar paket perjalanan tersebut.

Hanya ada tujuh orang yang pernah terbang ke luar angkasa sebagai turis. Antara tahun 2001 dan 2010, perusahaan pariwisata luar angkasa Space Adventures memfasilitasi penginapan di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) dengan harga antara 20 juta dolar AS (Rp 280 miliar) dan 40 juta dolar AS (Rp 560 miliar) per kursi.

 

Berapa harga wisata ruang angkasa?

Blue Origin dari Amazon, Virgin Galactic dari Richard Branson, dan SpaceX dari Elon Musk dianggap sebagai pelopor industri penerbangan ruang angkasa. Setelah perjalanan bersejarah Bezos nanti, Blue Origin berencana menawarkan perjalanan suborbital dengan roket mereka New Shephard.

Kapsul kru, yang terletak di bagian atas wahana, berisi kursi yang nyaman dan jendela besar yang dirancang untuk wisatawan. Harga kursi tersebut belum diketahui, meskipun lelang yang sedang berlangsung untuk satu kursi di penerbangan Bezos baru-baru ini mencapai Rp 56 miliar.

Virgin Galactic juga menawarkan penerbangan suborbital komersial dengan roket mereka SpaceShipTwo. Perusahaan sudah memiliki daftar tunggu yang panjang dari orang-orang yang memesan kursi tersebut. Total biaya masih belum diketahui, tetapi reservasi memerlukan deposit 250 ribu dolar AS (Rp 3,5 miliar). Penerbangan komersial ditargetkan dimulai pada tahun 2022. Virgin Galactic berencana untuk menawarkan 1.200 penerbangan per tahun, dengan kapasitas enam kursi per penerbangan.

 

sumber : DW
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA