Wednesday, 25 Zulhijjah 1442 / 04 August 2021

Wednesday, 25 Zulhijjah 1442 / 04 August 2021

Erick Thohir: SMK Harus Naik Kelas dengan Pendidikan Digital

Sabtu 12 Jun 2021 19:44 WIB

Rep: Bayu Adji P / Red: Agus Yulianto

Menteri BUMN Erick Thohir (tengah) mencoba aplikasi pembelajaran bahasa Isyarat i-CHAT (I Can Hear and Talk) saat meninjau Sekolah Luar Biasa (SLB) Aisyiyah Kawalu pada kunjungan kerja di Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (12/6/2021). Dalam kegiatan tersebut Menteri BUMN memberikan bantuan berupa peralatan digital untuk mendukung Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah tersebut.

Menteri BUMN Erick Thohir (tengah) mencoba aplikasi pembelajaran bahasa Isyarat i-CHAT (I Can Hear and Talk) saat meninjau Sekolah Luar Biasa (SLB) Aisyiyah Kawalu pada kunjungan kerja di Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (12/6/2021). Dalam kegiatan tersebut Menteri BUMN memberikan bantuan berupa peralatan digital untuk mendukung Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah tersebut.

Foto: Antara/Dhemas Reviyanto
Perusahaan yang berkaitan dengan perkembangan era digital, juga harus membantu SMK. 

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Menteri Badan Urusan Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meninjau kegiatan praktikum di SMK Terpadu Al Ikhwan di Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Sabtu (12/6). Dia ingin memastikan pembelajaran yang dilakukan di sekolah sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Erick mengatakan, kualitas SMK harus naik kelas dengan dibantu pendidikan secara digital. Sebab, saat ini, dunia sudah memasuki era digital.

"Kalau kita di era digital ini tertinggal sebagai bangsa, kita hanya akan jadi market," kata dia di Tasikmalaya, Sabtu.

Karena itu, pendidikan di SMK harus diimbangi dengan pengetahuan digital. Dengan begitu, lulusannya dapat menjadi pekerja yang dibutuhkan industri.

Sementara itu, perusahaan yang berkaitan dengan perkembangan era digital juga harus membantu SMK agar menghasilkan lulusan yang sesuai kebutuhan. "Jadi semua bisa juga membantu cepat kerja, sehingga ekonomi lebih seimbang," kata dia.

Menurut Erick, Indonesia sudah memiki pasar digital. Namun, jika pasar itu tak didukung oleh tenaga kerja berlatar pendidikan yang baik, pasar itu akan diambil pihak lain.

"Kita harus membuat SMK-SMK menjadi tempat pelatihan itu," kata dia.

Kepala SMK Terpadu Al Ikhwan, Dessy Syam mengatakan, sejak 2016 sekolahnya telah berkerja sama dengan PT Telkom (Persero) dalam menyiapkan lulusan yang siap menghadapi industri. Bentuk kerja sama itu antara lain untuk magang peserta didik, guru tamu, keterserapan lulusan, dan penyelarasan kurikulum, untuk jurusan teknik komputer dan jaringan.

"Jadi antara lulusan dari sini dan dunia kerja juga bisa selaras," kata dia.

Menurut dia, selama ini, lulusan SMK Terpadu Al Ikhwan selalu terserap ke dunia kerja. Bahkan, tak sedikit lulusan SMK itu yang bekerja di Malaysia.

Dia menyebutkan, setiap tahunnya rata-rata hampir 80 persen lulusan SMK Terpadu Al Ikhwan selalu terserap dunia industri. Sementara itu, sekitar 10 persen lainnya bewirausaha dan sisanya melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. 

"Di sini kita ada empat jurusan, yaitu teknik komputer dan jaringan, asisten keperawatan, perbankan syariah, serta teknik dan bisnis sepeda motor. Kita memiliki industri pendamping masing-masing, jadi lulusannya selalu sesuai dengan kebutuhan," kata dia.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA