Sabtu 12 Jun 2021 06:50 WIB

Ini Alasan Ingin Buang Air Besar Ketika Stres

Ketika sedang stres sebagian orang mungkin merasakan perasaan tak nyaman di perut.

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Nora Azizah
Ketika sedang stres sebagian orang mungkin merasakan perasaan tak nyaman di perut.
Foto: VOA
Ketika sedang stres sebagian orang mungkin merasakan perasaan tak nyaman di perut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketika sedang stres atau merasa cemas, sebagian orang mungkin pernah merasakan perasaan tak nyaman di perut. Tak jarang pula, kondisi ini berujung pada munculnya keinginan untuk buang air besar dan keluhan-keluhan lain.

Stres dan kecemasan pada dasarnya merupakan pemicu munculnya pergerakan usus yang tiba-tiba dan tak nyaman atau dikenal sebagai nervous poop serta diare. Selain itu, stres dan kecemasan juga bisa memicu perasaan mual dan muntah.

Baca Juga

"Ketika Anda stres, tubuh Anda melepas corticotropin-releasing factor (CRF) ekstra, sebuah hormon hipotalamus, di usus," jelas ahli gastroenterologi Niket Sonpal MD, seperti dilansir Well and Good, Jumat (11/6).

Hormon ini berperan dalam memediasi respons stres. Namun di saat yang sama, hormon ini juga bertindak di dalam usus sehingga menyebabkan usus menjadi lebih meradang.

Menurut sebuah studi kecil pada 2014, hormon ini juga dapat menyebabkan peningkatkan permeabilitas usus. Kondisi tersebut merupakan fitur utama dari sindrom usus bocor.

Peningkatan CRF juga ditemukan pad aorang-orang yang mengalami sindrom iritasi usus besar (IBS) dan penyakit radang usus. Kedua penyakit ini diketahui dapat menyebabkan buang air besar (BAB) tak teratur.

Selain itu, homron-hormon yang berkaitan dengan stres juga turut berperan dalam munculnya keinginan BAB lebih sering saat stres. Hormon seperti kortisol, adrenalin, dan serotonin dilepaskan di otak selama periode peningkatan stres.

Peningkatan serotonin di usus dapat memicu kejang di kolon. Kejang ini dapat memicu diare dengan cara membuat isi dari usus berpindah lebih cepat di dalam saluran pencernaan.

Di samping itu, respons hormonal terhadap stres dapat menyebabkan proses pencernaan berjalan lebih lambat. Kondisi ini dapat memunculkan pergerakan usus yang tak nyaman.

Stres dan kecemasan dapat membuat sistem saraf parasimpatetik mersepons dengan upaya untuk merelaksasi. Respons ini justru memicu keinginan tiba-tiba untuk ke kamar mandi akibat nervous poops.

Untuk mencegah terjadinya nervous poops, coba lakukan latihan bernapas. Dr Sonpal juga menganjurkan orang-orang yang kerap mengalami nervous poops untuk menghindari minuman bergula, soda, atau produk apa pun yang tinggi gula.

"Mineral juga menurun selama periode stres yang tinggi, jadi saya sarankan untuk minum air putih dengan elektrolit untuk mengembalikan itu juga," papar Dr Sonpal. 

Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement