Thursday, 16 Safar 1443 / 23 September 2021

Thursday, 16 Safar 1443 / 23 September 2021

BOR Pasien Covid-19 di Bandung Naik Jadi 81 Persen

Jumat 11 Jun 2021 17:13 WIB

Rep: M Fauzi Ridwan/ Red: Agus Yulianto

Walikota Bandung Oded M Danial

Walikota Bandung Oded M Danial

Foto: Humas Kota Bandung
Dari angka 81 persen itu, maka sekitar 56 persen tempat tidur diisi warga Bandung.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Keterisian tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR) bagi pasien Covid-19 di sejumlah rumah sakit di Kota Bandung terus mengalami peningkatan. BOR di sejumlah rumah sakit sempat berada di angka 79,9 persen dan saat ini sudah berada di angka 81 persen.

"Kalau hari kemarin, Bu Ahyani masih menyampaikan ke saya BOR di Kota Bandung 79 persen sekarang jadi 81 persen, naik dua persen," ujar Wali Kota Bandung, Oded M Danial kepada wartawan di Balai Kota Bandung, Jumat (11/6).

Meski terjadi peningkatan jumlah warga yang dirawat akibat Covid-19, dia menjelaskan, bahwa dari angka 81 persen sekitar 56 persen tempat tidur diisi oleh warga Bandung. Sedangkan angka sisanya diisi oleh warga dari luar Kota Bandung.

"Tapi ingat, BOR itu sendiri yang ada di Kota Bandung di rumah sakit Bandung penghuninya hanya 56 persen warga Bandung dari jumlah BOR yang ada di bandung, sisanya warga dari wilayah lain," katanya.

Di samping itu, Oded meminta, camat dan lurah untuk terus memberikan data terbaru terkait kasus penyebaran Covid-19 kepada tim gugus tugas penanganan Covid-19 Kota Bandung. Sebab banyak informasi yang ada berbeda dengan fakta di lapangan.

"Saya intruksikan camat dan lurah betul-betul bisa memberikan update ke tim gugus tugas Kota Bandung, kenapa karena kita sering ada info-info yang keluar itu berbeda dengan kenyataan. Tadi Kota Bandung (BOR) 79 persen bahwa itu bukan orang Bandung saja," katanya.

Terkait munculnya kerumunan masyarakat pada kegiatan vaksinasi massal di Jalan Sudirman, ia mengungkapkan, penyelenggara kegiatan tersebut yaitu TNI dan Polri. Ia sudah meminta kepada Kepala Dinas Kesehatan berkoordinasi dengan penyelenggara vaksinasi massal untuk meminimalisasi kerumunan.

"Itu panitia TNI Polri tapi saya sudah minta Bu Ahyani koordinasi sama mereka agar tidak kecolongan," katanya. Ia menuturkan, peserta vaksinasi massal tidak hanya berasal dari Kota Bandung akan tetapi dari Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, dan wilayah lainnya di Bandung Raya.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA