Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

Dr Fauci: Varian Covid-19 India Bisa Jadi Masalah Serius

Jumat 11 Jun 2021 16:49 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Nora Azizah

Pakar penyakit menular nasional Amerika Serikat, Anthony Fauci, memperingatkan tentang potensi bahaya dari varian Covid-19 India.

Pakar penyakit menular nasional Amerika Serikat, Anthony Fauci, memperingatkan tentang potensi bahaya dari varian Covid-19 India.

Foto: AP/Alex Brandon
Varian India yang sangat menular mulai berkembang di AS.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Pakar penyakit menular nasional Amerika Serikat, Anthony Fauci, memperingatkan tentang potensi bahaya dari varian Covid-19 India. Menurut kepala penasihat Gedung Putih terkait Covid-19 itu, varian India bisa menimbulkan masalah serius.

Kasus Covid-19 di AS terus turun secara nasional selama beberapa pekan terakhir. Hal itu membuat banyak orang menganggap akhir pandemi sudah di depan mata. Terlepas dari kemajuan besar yang ada, Fauci malah mengatakan sebaliknya.

Baca Juga

Menurut Fauci, varian India yang sangat menular mulai berkembang di AS. Pada jumpa pers gugus tugas Covid-19 Gedung Putih, Selasa (8/6), Fauci menyoroti bahwa itu dapat menimbulkan masalah serius dalam beberapa pekan mendatang jika dibiarkan.

Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular Amerika Serikat tersebut melaporkan adanya enam persen kasus berurutan di AS. Semua disebabkan oleh varian B.1.617, yang pertama kali ditemukan di India.

Jenis Covid-19 yang juga dikenal sebagai varian delta itu bermutasi dan telah membuat negara lain yakni Inggris dalam kondisi lebih buruk. Transmisibilitasnya diduga lebih besar daripada varian B.11.7 yang sebelumnya mewabah di Inggris.

"Kita tidak bisa membiarkan itu terjadi di Amerika Serikat," ungkap Fauci.  Dia juga mencatat bahwa varian India tampaknya terkait dengan peningkatan keparahan penyakit dibandingkan varian virus yang dominan pada awal pandemi.

Fauci menguraikan data dari National Institutes of Health (NIH) yang telah menemukan bahwa vaksin Pfizer menjadi 88 persen efektif terhadap penyakit simtomatik akibat varian itu. Hasilnya tampak dua pekan setelah dosis kedua diberikan.  

Sementara, vaksin hanya menawarkan perlindungan 33 persen setelah pemberian satu dosis. Fauci mendesak siapapun yang belum merampungkan suntikan dosisi kedua untuk segera melakukannya sesuai jadwal.  

"Dan bagi yang belum divaksin, silakan mendaftar untuk mendapat vaksinasi. Ini bulan aksi nasional," kata Fauci. Dalam sebuah cicitan di hari yang sama, Presiden AS Joe Biden menggemakan peringatan Fauci tentang penyebaran varian India.

Sang pemimpin menggarisbawahi bagaimana hal itu memengaruhi populasi muda antara usia 12 dan 20 tahun di Inggris. "Jika Anda masih muda dan belum mendapatkan kesempatan (vaksin), ini saatnya. Ini cara terbaik untuk melindungi diri sendiri dan orang yang Anda cintai," tulis Biden, dikutip dari laman Best Life Online, Jumat (11/6).

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA