Thursday, 7 Zulqaidah 1442 / 17 June 2021

Thursday, 7 Zulqaidah 1442 / 17 June 2021

MNC Vision Resmi Beli Saham Migo Indonesia

Jumat 11 Jun 2021 02:08 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Nidia Zuraya

Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo

Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo

Foto: Istimewa
Saat ini Migo mendistribusikan konten dari rumah produksi lokal dan internasional.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT MNC Vision Networks (IPTV) memutuskan untuk membeli sebagian saham Migo Indonesia. Namun IPTV masih enggan menyebutkan berapa dana yang dikeluarkan untuk melakukan aksi ini.

Hal ini terjadi berbarengan dengan penandatanganan kerja sama strategis untuk menghadirkan hiburan premium bagi puluhan juta orang di seluruh Indonesia. Adapun kerja sama ini akan melihat konten perusahaan didistribusikan melalui platform inovasi milik Migo, dengan dipromosikan di seluruh ekosistem media MNC Group

Baca Juga

Presiden Direktur IPTV Ade Tjendra mengatakan kerja sama strategis ini akan menjadi katalis bagi pertumbuhan anak perusahaan IPTV, terutama dalam menambah jaringan baru untuk mendistribusikan kontennya. 

“Dengan memanfaatkan jaringan Migo, konten IPTV kini dapat dinikmati oleh jutaan pengguna yang saat ini memiliki kesulitan dengan konektivitas dan biaya internet/data,” ujarnya saat konferensi pers virtual, Kamis (11/6).

Dia juga menilai bila Migo akan membawa skala televisi FTA tradisional ke dunia OTT berlangganan, yang akan tumbuh mencapai lebih dari 100 ribu Warung Migo dari Sabang hingga Merauke. Migo dan Perseroan akan bekerjasama untuk memperluas jaringan Migo secara nasional, bertujuan untuk menjangkau 100 juta orang selama lima tahun ke depan, dan membawa anak perusahaan IPTV ke lebih dari 20 juta pengguna bulanan berbayar.

"Momentum yang berkembang dalam bisnis streaming kami merupakan bukti nyata dan relevansi dari keunggulan konten lokal kami. Kolaborasi ini akan memungkinkan IPTV dan Migo untuk menjangkau puluhan juta pelanggan di Indonesia yang memiliki konektivitas internet terbatas, ke dalam ekosistem hiburan on-demand kami,” ucapnya.

Sementara itu Presiden Direktur Migo Indonesia, Dan Connor menuturkan jika pihaknya sangat antusias untuk membentuk aliansi ini dengan IPTV, sebagai bagian inti dari konglomerat media terkemuka di Asia Tenggara.

“Visi mereka yang jelas untuk masa depan media, dikombinasikan dengan konten dan kemampuan pemasaran mereka yang terdepan memberikan peluang unik bagi kami untuk meningkatkan jaringan Migo yang disruptif agar mampu menjangkau ke puluhan juta konsumen pasar yang haus akan data. Kami akan secara bersama-sama mengubah cara hiburan dikonsumsi di seluruh Indonesia,” ucap Dan.

Sebagai informasi, Migo Indonesia adalah perusahaan operator Migo di Indonesia, sebuah perusahaan teknologi global disruptif yang didukung oleh Temasek, yang secara masif memperluas distribusi konten untuk cakupan pasar yang luas di negara berkembang.

MIGO didirikan oleh Barrett Comiskey, yang dikenal sebagai salah satu fathers of electronic ink, sebagai sarjana lulusan MIT, Barrett mengembangkan teknologi di balik Amazon Kindle e-reader yang telah mengeluarkan miliaran e-book dan berperan penting dalam revolusi industri percetakan. Migo dirancang untuk mengoptimalkan pengalaman pelanggan untuk cakupan pasar yang luas, dan menghadirkan layanan video-on-demand secara offline melalui jaringan warung atau yang disebut 'Warung Migo'. 

Di Warung Migo mana pun, pengguna dapat mengakses jaringan yang dipatenkan Migo untuk mengunduh konten tanpa batas dan lebih cepat dari sebelumnya, serta mengunduh sebuah film membutuhkan waktu hanya dalam 60 detik. Selain itu, pengguna juga dapat menonton sepuasnya tanpa biaya data, tanpa iklan, dan tanpa buffering, dengan biaya hanya Rp 1.000 per hari. Hal ini membuat Migo 5-7x lebih murah daripada biaya keseluruhan dari OTT berlangganan lainnya, dengan waktu unduh 30x lebih cepat daripada jaringan telekomunikasi tradisional.

Saat ini, Migo mendistribusikan konten dari berbagai rumah produksi lokal & internasional dan layanan OTT. Mencakup berbagai rumah produksi dan pembuat konten lokal, seperti MNC Group,MD Pictures,SBS,dan JTBC, serta sejumlah OTT, termasuk GoPlay,layanan streaming video GoJek; Genflix, salah satu OTT pertama yang diluncurkan di Indonesia; dan Sushiroll, yang menghadirkan konten anime.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA