Saturday, 9 Zulqaidah 1442 / 19 June 2021

Saturday, 9 Zulqaidah 1442 / 19 June 2021

Tingkat Bunuh Diri Pemuda AS dengan Senpi Meningkat

Kamis 10 Jun 2021 17:00 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Qommarria Rostanti

Senjata api. Di AS, modus utama bunuh diri di kalangan anak muda Amerika adalah dengan senjata api (ilustrasi).

Senjata api. Di AS, modus utama bunuh diri di kalangan anak muda Amerika adalah dengan senjata api (ilustrasi).

Foto: www.freepik.com.
Pada 2020, 25 juta dolar AS dialokasikan ke CDC untuk melakukan studi terkait ini.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Kematian akibat bunuh diri meningkat di Amerika Serikat (AS). Fakta itu dinilai sangat mengkhawatirkan, karena tren global bunuh diri turun.

Di AS, modus utama bunuh diri di kalangan anak muda Amerika adalah dengan senjata api. Para peneliti dari Fakultas Kedokteran Schmidt, Florida Atlantic University dan kolaboratornya mengeksplorasi tren bunuh diri dengan senjata api pada anak muda kulit putih dan kulit hitam Amerika (usia 5 hingga 24 tahun) dari 1999 hingga 2018.

Hasilnya yang diterbitkan dalam jurnal Annals of Public Health and Research menunjukkan, antara 2008 hingga 2018, tingkat bunuh diri dengan senjata api meningkat empat kali lipat pada anak muda Amerika berusia 5 hingga 14 tahun, serta meningkat sebesar 50 persen di antara mereka yang berusia 15 hingga 24 tahun. Dilansir di laman Eurekalert.org pada Rabu (9/6) waktu setempat, kematian akibat bunuh diri dengan senjata api lebih banyak terjadi pada orang kulit putih dibandingkan orang kulit hitam Amerika.

Tren itu sangat kontras dengan pembunuhan dengan senjata api, yang jauh lebih umum terjadi pada orang kulit hitam dibandingkan orang kulit putih Amerika. Dari 1999 hingga 2018, orang kulit putih Amerika berusia 5 tahun hingga 24 tahun terdiri dari 87,5 persen kematian akibat bunuh diri dari senjata api.

Secara khusus, ada 34.629 kematian akibat bunuh diri dengan senjata api di antara orang kulit putih dan 5.588 di antara orang kulit hitam Amerika berusia 5 hingga 24 tahun. Tingkat penyesuaian usia meningkat dari 3,47 per 100 ribu menjadi 4,60 di antara orang kulit putih dan dari 2,88 menjadi 3,03 pada orang kulit hitam Amerika.

Secara keseluruhan, dari tahun 1999 hingga 2018, ada 47.015 kematian akibat bunuh diri dengan senjata api di kalangan anak muda Amerika termasuk 2.115 (4,5 persen) antara usia 5 dan 14 tahun, serta 44.900 (95,5 persen) antara usia 15 hingga 24 tahun. Tingkat kematian akibat bunuh diri karena senjata api dari 2007 hingga 2018 adalah 0,43 untuk orang kulit putih dan 0,16 untuk orang kulit hitam Amerika berusia 5 hingga 14 tahun; serta 6,79 untuk kulit putih dan 4,05 untuk orang kulit hitam Amerika berusia 15 hingga 24 tahun.

"Sementara studi analitik lebih lanjut diperlukan, tentu saja ada implikasi kesehatan masyarakat yang penting dalam data ini," kata penulis senior, dekan sementara, dan dekan asosiasi senior untuk pendidikan Fakultas Kedokteran Schmidt, Sarah K Wood.

Dari 1996 hingga 2020, undang-undang federal AS secara efektif melarang penelitian terkait investigasi kematian akibat senjata api. Namun, pada 2020, 25 juta dolar AS (sekitar Rp 356 miliar) dialokasikan ke Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS dan Institut Kesehatan Nasional AS, untuk melakukan studi analitik.

"Data deskriptif seperti yang kami gunakan dalam analisis, berguna untuk merumuskan tetapi tidak menguji hipotesis," ujar penulis korespondensi, Joanna Drowos.

Mitra penulis dari Sekolah Tinggi Kedokteran Schmidt, Charles H Hennekens, menganalogikan, memerangi epidemi kematian akibat senjata api tanpa mengatasi senjata api, layaknya memerangi epidemi kanker paru-paru akibat rokok tanpa mengatasi rokok.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA