Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Tawaran Perpajangan Kontrak dari Barca akan Dikirim ke Messi

Kamis 10 Jun 2021 13:40 WIB

Rep: Hartifiany Praisra/ Red: Endro Yuwanto

Bintang Barcelona Lionel Messi.

Bintang Barcelona Lionel Messi.

Foto: AP Photo/Joan Monfort
Kontrak Messi hanya tersisa tiga pekan lagi sebelum ia menjadi pemain bebas transfer.

REPUBLIKA.CO.ID, BARCELONA -- Bertahan atau hengkangnya Lionel Messi akan sangat ditentukan oleh upaya Barcelona pada musim 2021/2022. Barcelona hingga kini belum mengirimkan tawaran perpanjangan kontrak bagi sang kapten.

Dilansir dari laman Marca, Kamis (10/6), diskusi telah dilakukan oleh kedua belah pihak. Tapi pemain asal Argentina ini belum menerima tawaran yang bisa ia pertimbangkan dan putuskan. Padahal, hanya tersisa tiga pekan sebelum ia menjadi pemain bebas transfer.

Presiden Barcelona Joan Laporta menjelaskan, tawaran yang akan ia sodorkan kepada Messi telah disiapkan selama beberapa pekan terakhir. Ia ingin menawarkan perpanjangan kontrak selama dua tahun dengan gaji kotor 50 juta euro per tahun.

Jumlah tersebut adalah setengah dari gaji yang diterima Messi saat ini. Namun ada tawaran 10 tahun bagi Messi untuk mengambil peran sebagai duta klub yang akan menambah penghasilannya sebesar sepuluh juta euro.

Laporta telah menjelaskan beberapa penawaran ini kepada ayah sekaligus agen Messi. Namun belum ada keputusan yang ditetapkan.

Dengan tiga pekan tersisa, kontrak Messi tidak lebih dekat untuk ditandatangani. Selain itu dari segi ekonomi, Messi ingin melihat Barcelona membangun tim yang bisa bersaing dan memenangkan gelar juara La Liga Spanyol dan Liga Champions, meski hal itu belum terjadi.

Barca telah merekrut Sergio Aguero, Eric Garcia, dan Emerson. Sementara itu Memphis Depay diperkirakan akan menyusul. Nama Georginio Wijnaldum pun sempat muncul dalam rencana membangun tim tersebut.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA