Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

IPO Perusahaan Teknologi Bernilai Strategis Bagi Indonesia

Kamis 10 Jun 2021 13:20 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Fuji Pratiwi

Ketua Steering Committee Indonesia Fintech Society (IFSoc) Mirza Adityaswara. IFSoc menilai, IPO perusahaan teknologi membuka akses lebih luas dan likuid bagi investor.

Ketua Steering Committee Indonesia Fintech Society (IFSoc) Mirza Adityaswara. IFSoc menilai, IPO perusahaan teknologi membuka akses lebih luas dan likuid bagi investor.

Foto: Republika/Agung Supriyanto
IPO perusahaan teknologi membuka akses lebih luas dan likuid bagi investor.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah perusahaan teknologi berencana melalukan Initial Public Offering (IPO) sebagai upaya penguatan modal. Indonesia Fintech Society (IFSoc) menilai langkah IPO tersebut akan bernilai strategis bagi Indonesia.

Hal ini memberikan fondasi peningkatan pertumbuhan dan daya saing perusahaan hingga tingkat global. Ketua Steering Committee IFSoc, Mirza Adityaswara, mengatakan, IPO perusahaan teknologi nasional memiliki arti strategis bagi arah ekonomi digital Indonesia.

"Termasuk membuka akses lebih luas dan likuid bagi investor yang ingin ambil bagian dalam perkembangan industri ekonomi digital," kata Mirza, Rabu (9/6).

Mirza memaparkan, perusahaan teknologi telah memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Perusahaan teknologi melakukan berbagai inovasi melalui aplikasi transportasi, finteche-commerce, layanan pesan antar, edutech, hingga pendanaan UMKM (P2P lending) sehingga roda ekonomi dapat terus berjalan di tengah pandemi Covid-19. 

Hal ini membuat perusahaan teknologi memiliki pertumbuhan sangat masif sehingga membuat adanya kebutuhan terhadap modal tambahan. "Namun, sebagian besar perusahaan teknologi saat ini masih mengandalkan mekanisme pendanaan secara tertutup (private placement)," kata Mirza.

Padahal, IFSoc melihat, dua tahun terakhir, saham-saham perusahaan teknologi berperan positif dalam menggerakkan pasar modal, di negara-negara seperti Amerika Serikat dan China. Karena itu, IFSoc memandang perlunya kebijakan yang tepat untuk memfasilitasi tercapainya potensi pertumbuhan.

 

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA