Rabu 09 Jun 2021 22:34 WIB

RNI Targetkan Produksi Gula Capai 282 Ribu Ton

Target itu meningkat hingga 22 persen dari target sebelumnya pada 2020.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Fuji Pratiwi
Petani menyiapkan bibit tebu (ilustrasi). RNI menjamin harga minimal offtake gula petani tebu sebesar Rp 10.500 per kg.
Foto: Dedhez Anggara/ANTARA
Petani menyiapkan bibit tebu (ilustrasi). RNI menjamin harga minimal offtake gula petani tebu sebesar Rp 10.500 per kg.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI menargetkan produksi gulan tahun ini mencapai 282 ribu ton.

Direktur Utama RNI Arief Prasetyo Adi mengatakan, RNI telah menyerap tebu petani rakyat untuk digiling sekitar 3,3 juta ton bahan baku tebu pada 2020. Jumlah petani tebu rakyat yang menjadi mitra RNI Group sekitar 4.000 petani. 

Baca Juga

Tahun ini RNI menargetkan produksi gula mencapai 282 ribu ton yang berada dari tebu petani rakyat maupun milik sendiri dengan kisaran rendemen berada di angka 8,1 persen. "Terdapat peningkatan hingga 22 persen dari target sebelumnya pada 2020 dengan produksi gula sebanyak 231 ribu ton," kata Arief dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (9/6)

RNI melihat minat petani untuk menanam tebu terbilang masih tinggi dan cenderung meningkat. "Oleh karenanya kontribusi kami untuk pembenahan industri gula adalah dengan meningkatkan serapan tebu petani rakyat," ungkap Arief. 

Arief menyampaikan, RNI memiliki sejumlah strategi untuk penguatan lini bisnis gula. Di antaranya melalui kerjasama dengan mitra strategis untuk peningkatan kapasitas dan revitalisasi pabrik gula, perluasan areal perkebunan tebu, dan penerapan smart farming.

Selain itu, RNI juga melakukan penguatan pola kemitraan dengan petani, penguatan riset varietas tebu melalui pengembangan riset internal dan kerja sama dengan lembaga riset atau perguruan tinggi.

Arief menyampaikan dalam memantau penjualan harga lelang gula petani dan melakukan offtake, RNI siap bersinergi dengan BUMN PTPN III Holding dan beberapa Asosiasi dalam pelaksanaannya. Dengan harapan, RNI dapat memperkuat pembenahan industri gula nasional. 

"Menteri Perdagangan dan Menteri BUMN sangat mengapresiasi apa yang dilakukan RNI dan PTPN III Holding untuk inklusivitas dan menjaga harga di tingkat petani," kata Arief.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement