Monday, 16 Zulhijjah 1442 / 26 July 2021

Monday, 16 Zulhijjah 1442 / 26 July 2021

Setengah Mati Pertahankan Kualitas Pendidikan Saat Pandemi

Jumat 11 Jun 2021 07:03 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Sejumlah murid mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) tahap 2 di SDN Kebayoran Lama Selatan 17 Pagi, Jakarta, Rabu (9/6/2021). Dinas Pendidikan DKI Jakarta menggelar uji coba pembelajaran tatap muka tahap 2 yang diikuti 226 sekolah.

Foto:
Pemerintah segera menggelar PTM karena sekolah daring dinilai tidak efektif.

Dalam telekonferensi, 8 April 2021, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikbud, Jumeri, mengatakan, hari pertama sekolah ditujukan untuk memperbaiki kondisi psikologis siswa. Ia berpesan jangan sampai dalam pelaksanaan PTM guru menumpahkan semua materi kepada siswa dalam waktu singkat.

"Mungkin karena merasa punya utang yang banyak, ditumpahkan pada hari pertama sekolah. Itu dilarang. Kita berharap hari pertama masuk sekolah adalah memperbaiki kondisi psikologis anak-anak agar semangat kembali, sembari memberi penyuluhan tentang pentingnya hidup sehat," kata Jumeri dalam telekonferensi, Kamis (8/4).

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan setelah guru dan tenaga kependidikan divaksinasi, sekolah wajib menyediakan pilihan pembelajaran tatap muka bagi siswanya. Namun, pembelajaran tatap muka ini terbatas dan dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat.

photo
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.
 


Ia mengatakan, sebelum sekolah diperbolehkan tatap muka, harus memenuhi daftar periksa yang sudah ditetapkan Kemendikbud. Daftar periksa ini sama seperti yang dibuat pada surat keputusan bersama (SKB) sebelumnya.

Selain itu, pembelajaran tatap muka terbatas ini wajib dilakukan rotasi siswa yang masuk. Sebab, maksimal siswa yang boleh berada di dalam kelas adalah 50 persen dari total sebelum pandemi.

Sekolah diberikan kebebasan memilih untuk melakukan pembelajaran tatap muka beberapa kali selama satu pekan. "Itu kan maksimal, artinya sekolah bebas memilih. Kalau dia mau melaksanakan tatap muka dua kali seminggu, itu diperbolehkan. Dia mau pecah menjadi tiga rombel juga bisa. Kita memberikan kebebasan sekolah itu menentukan," kata Nadiem.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA