Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Polisi Bubarkan Kerumunan Ojol di McDonald's Medan

Rabu 09 Jun 2021 16:44 WIB

Red: Nora Azizah

Sejumlah 'ojol' berkerumun imbas dari promo BTS Meal yang dikeluarkan McDonald's (Foto: ilustrasi)

Sejumlah 'ojol' berkerumun imbas dari promo BTS Meal yang dikeluarkan McDonald's (Foto: ilustrasi)

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Sejumlah 'ojol' berkerumun imbas dari promo BTS Meal yang dikeluarkan McDonald's.

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Pihak kepolisian membubarkan kerumunan ojek online (ojol) yang membludak di gerai McDonald's di Jalan Sisingamangaraja, Medan, Sumatera Utara. Hal ini imbas dari promo "BTS Meal" yang dikeluarkan McDonald's.

"Ini kita bubarkan karena melanggar protokol kesehatan. Ini rupanya seluruh Indonesia lagi ada promo seperti ini," kata Wakapolsek Medan Kota AKP AW Nasution di lokasi, Rabu (9/6).

Baca Juga

Ia menyebut bahwa pihaknya juga telah meminta kepada pihak manajemen McDonald's untuk menghentikan promo tersebut agar tidak terjadi kerumunan. "Kami sudah minta manajer-nya biar aplikasi yang dikirim dihentikan," katanya menegaskan.

Sementara itu, salah seorang pengemudi ojek online (daring) bernama Onward mengeluhkan kerumunan yang terjadi akibat promo BTS Meal tersebut. Ia mengaku khawatir akan terjadi klaster baru penyebaran COVID-19 akibat kerumunan tersebut.

"Kalau saya batalkan pesanan ini, mungkin tiga jam kemudian baru saya dapat orderan. Apapun ceritanya, mau pakai masker pun kalau tidak melakukan 3M itu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan, COVID-19 pasti akan datang," ujarnya.

Pantauan di lokasi, hingga saat ini aparat kepolisian berusaha membubarkan ratusan pengemudi ojek daring yang masih mengantre. Tak hanya di Jalan Sisingamangaraja, kerumunan antrean pembeli ini juga terjadi di sejumlah gerai McDonald's di beberapa lokasi di Kota Medan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA