Friday, 27 Zulhijjah 1442 / 06 August 2021

Friday, 27 Zulhijjah 1442 / 06 August 2021

Wapres: Butuh Sinergi Wujudkan Tenaga Kerja Berkualitas

Rabu 09 Jun 2021 07:12 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Ratna Puspita

Wakil Presiden Maruf Amin

Wakil Presiden Maruf Amin

Foto: KIP/Setwapres
Ini karena SDM yang berkualitas kunci untuk memenangkan persaingan global.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan prioritas pemerintah saat ini mewujudkan sumber daya manusia (SDM) tenaga kerja berkualitas. Ini karena SDM yang berkualitas kunci untuk memenangkan persaingan global. 

Namun, Wapres menyadari pemerintah tidak dapat melaksanakan sendiri program tersebut. “Diperlukan keterlibatan pemerintah daerah,  Badan Usaha Milik Negara (BUMN), swasta, perguruan tinggi dan lembaga riset, organisasi kemasyarakatan, termasuk lembaga keagamaan seperti pondok pesantren yang tersebar di berbagai pelosok daerah,” kata Ma’ruf saat meresmikan Bank Wakaf Mikro (BWM) di Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, Selasa (8/6).

Baca Juga

Wapres yang pada kesempatan tersebut juga membuka Rembug Nasional Vokasi dan Kewirausahaan mengatakan, persoalan ketenagakerjaan di Indonesia saat ini masih menjadi persoalan kompleks di Indonesia. Ini ditandai dengan angka pengangguran yang masih tinggi, sementara daya saing atau produktivitas tenaga kerja Indonesia juga masih rendah.

"Masih relatif tingginya angka pengangguran dan rendahnya daya saing antara lain disebabkan oleh ketidaksiapan untuk beradaptasi terhadap perubahan dan disrupsi yang mengikutinya," kata wapres.

Wapres mengatakan, kondisi ini ditambah dengan adanya pandemi Covid-19. Berdasarkan data BPS Februari 2021, sebanyak 19,1 juta tenaga kerja terdampak pandemi. Sementara, pertumbuhan angkatan kerja baru juga cenderung terus meningkat setiap tahun, namun tidak diikuti dengan pelatihan kerja yang memadai.

"Persoalan tersebut ditambah pula dengan pertumbuhan angkatan kerja baru yang cenderung terus meningkat setiap tahun, serta minimnya penduduk usia angkatan kerja yang siap pakai, atau pernah mengikuti pelatihan kerja sehingga menyebabkan terjadinya mismatched skill," kata Wapres.

Wapres melanjutkan, tantangan menjadi semakin berat dengan perkembangan revolusi industri 4.0 dan teknologi digital yang semakin cepat dan mendisrupsi beragam sektor kehidupan termasuk industri dan ketenagakerjaan.

Karena itu, Wapres menilai perlu afirmasi kebijakan tepat dan cepat dalam memitigasi beragam persoalan ketenagakerjaan tersebut, salah satunya melalui peningkatan kualitas kemampuan dan keterampilan pekerja. "Tenaga kerja yang berkualitas akan meningkatkan daya saing suatu negara terhadap negara-negara lainnya, baik dari sisi daya tarik investasi maupun produk yang dihasilkan," kata wapres.

Salah satu program yang menurut Wapres bisa dilakukan adalah melalui program Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas yang dapat memberikan bekal keterampilan calon pekerja agar memenuhi kualifikasi untuk memasuki lapangan kerja ataupun berwirausaha. Wapres berharap, melalui program pelatihan vokasi di BLK Komunitas, bisa mendorong minat masyarakat untuk berwirausaha. 

Pada akhirnya, dapat menekan angka pengangguran dan memulihkan perekonomian yang berbasis tenaga kerja produktif. "Sehingga mampu beradaptasi dengan dinamika perkembangan dunia saat ini yang menuntut penguasaan iptek, dan berbasis riset dan inovasi, agar dapat berkontribusi dalam menentukan kemajuan bangsa," katanya. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 
 
 

TERPOPULER

Kamis , 01 Jan 1970, 07:00 WIB