Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Perubahan Iklim Ancam Keberlangsungan Ladang Blueberry Liar

Selasa 08 Jun 2021 23:36 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Dwi Murdaningsih

Blueberry

Blueberry

Foto: Needpix
Kenaikan suhu menyebabkan defisit air yang mengancam hidup blueberry.

REPUBLIKA.CO.ID, PORTLAND — Ladang blueberry liar di Maine adalah rumah bagi salah satu tanaman buah terpenting di New England, Amerika Serikat (AS). Para ilmuwan telah menemukan bahwa ladang buah tersebut telah memanas lebih cepat daripada negara bagian lainnya.

Kelompok ilmuwan yang berafiliasi dengan University of Maine menyatakan,  pemanasan ladang blueberry dapat membahayakan buah beri dan petani yang merawatnya. Bahaya ini akibat kenaikan suhu yang bisa menyebabkan hilangnya air. 

Baca Juga

Para ilmuwan menganalisis data 40 tahun dan menemukan bahwa negara bagian tersebut mengalami peningkatan suhu rata-rata 1,1 derajat Celcius. Namun, ladang blueberry di Down East Maine mengalami peningkatan 1,3 derajat Celcius. 

Kandidat doktor dalam ilmu ekologi dan lingkungan di UMaine dan penulis utama studi tersebut, Rafa Tasnim, mengatakan perbedaan yang tampaknya kecil itu bernilai sangat signifikan. Kenaikan suhu dapat menyebabkan defisit air yang menempatkan blueberry dalam risiko.

Kekurangan air dapat mengakibatkan ukuran tanaman yang lebih kecil dan blueberry yang cenderung lebih sulit untuk dipanen. “Apa yang kami perkirakan adalah suhu akan meningkat banyak dan kami tidak akan mendapatkan curah hujan sebanyak itu terutama di musim panas,” kata Tasnim. 

Maine adalah rumah bagi satu-satunya produsen komersial blueberry liar di AS. Petani Maine bersaing dengan provinsi timur Kanada, yang juga menghasilkan buah sama. 

Industri blueberry liar di Maine agak kesulitan dalam beberapa tahun terakhir karena faktor-faktor seperti kekeringan tahun lalu dan pasar yang bergejolak. Petani menghasilkan 47,4 juta pon blueberry liar Maine tahun lalu dan itu merupakan jumlah terendah sejak 2004.

Penelitian yang sudah terbit di jurnal penelitian Water awal tahun ini menyatakan, bahwa petani blueberry liar mungkin perlu mengubah cara bertani untuk mempersiapkan perubahan iklim di masa depan. Salah satunya bisa mencakup perubahan strategi seperti irigasi dan penggunaan pupuk. 

Direktur eksekutif Komisi Blueberry Liar Maine, Eric Venturini, mengatakan industri menghadapi tantangan itu. “Kami secara aktif terlibat dalam mencari tahu bagaimana perubahan iklim berdampak pada industri kami dan mencari solusi untuk itu. Perubahan iklim jelas merupakan tantangan bagi pertanian blueberry liar di Maine, " ujarnya. 

Buah beri banyak digunakan dalam produk makanan olahan. Dalam beberapa tahun terakhir, Maine dan petaninya telah bekerja untuk memberi merek buah beri sebagai produk makanan kesehatan masa kini dengan memasukannya kendala kelompok makanan super. Blueberry sangat populer dalam olahan smoothie.

Blueberry juga menjadi subjek festival pertanian tahunan dan bahan utama pai blueberry, makanan penutup resmi negara bagian. Berry resmi asal Maine pun adalah blueberry.

Profesor emeritus hortikultura di University of Maine, David Yarborough, temuan para ilmuwan sesuai dengan penelitian lain tentang ladang blueberry yang telah menunjukkan perubahan iklim sebagai masalah yang mengancam.  "Dan dengan meningkatnya suhu, itu mungkin akan menjadi tren di masa depan. Apa yang akan kita lakukan tentang itu adalah pertanyaan yang bagus," ujar ilmuwan yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut. 

 

sumber : AP
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA