Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Efek Samping Peradangan Jantung Vaksin Covid-19 Masih Dikaji

Selasa 08 Jun 2021 21:08 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Nora Azizah

Efek samping peradangan jantung pada remaja terkait vaksin Covid-19 masih dikaji.

Efek samping peradangan jantung pada remaja terkait vaksin Covid-19 masih dikaji.

Foto: www.freepik.com
Efek samping peradangan jantung pada remaja terkait vaksin Covid-19 masih dikaji.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Otoritas kesehatan sedang mencoba untuk menentukan efek samping peradangan jantung yang terjadi pada remaja dan dewasa muda setelah dosis kedua vaksin Covid 19 disuntikkan. Sebuah artikel tentang tujuh remaja laki-laki AS di beberapa negara bagian, yang diterbitkan online di Pediatrics, adalah salah satu laporan terbaru tentang peradangan jantung yang ditemukan setelah vaksinasi Covid 19, meskipun tautan ke vaksin tersebut belum terbukti.

Anak laki-laki, berusia 14 hingga 19 tahun, menerima suntikan Pfizer pada bulan April atau Mei dan mengalami nyeri dada dalam beberapa hari. Tes pencitraan jantung menunjukkan jenis peradangan otot jantung yang disebut, yakni miokarditis.

Baca Juga

"Namun, tidak ada yang sakit kritis. Semuanya cukup sehat untuk dipulangkan setelah dua hingga enam hari di rumah sakit dan dalam kondisi cukup baik," kata Dr Preeti Jaggi, spesialis penyakit menular Universitas Emory yang ikut menulis laporan tersebut seperti dilansir dari laman Market Watch, Selasa (8/6).

Dia mengatakan, tindak lanjut diperlukan untuk menentukan kemungkinan perubahan jantung yang bersifat sementara. Hanya satu dari tujuh anak laki-laki dalam laporan Pediatrics yang memiliki bukti kemungkinan infeksi Covid 19 sebelumnya. Dokter menentukan tidak ada dari mereka yang memiliki kondisi peradangan langka yang terkait dengan virus corona.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) memperingatkan dokter untuk memantau sejumlah kecil laporan peradangan jantung pada remaja dan dewasa muda setelah vaksin mRNA yang dibuat oleh Pfizer dan Moderna MRNA. CDC belum menentukan kaitan dengan suntikan tersebut, dan terus mendesak agar semua orang berusia 12 tahun ke atas divaksinasi Covid 19.

Vaksin Pfizer tersedia bagi mereka yang berusia 12 tahun. Peradangan jantung semacam ini dapat disebabkan oleh berbagai infeksi, termasuk serangan Covid 19, serta obat-obatan tertentu dan ada laporan langka setelah jenis vaksinasi lain.

Editorial Pediatrics mencatat di antara anak-anak AS di bawah usia 18 tahun, ada lebih dari 4 juta kasus Covid 19, lebih dari 15 ribu rawat inap, dan setidaknya 300 kematian. Rekan penulis editorial Dr Yvonne Maldonado, kepala komite penyakit menular American Academy of Pediatrics, terlibat dalam studi vaksin Pfizer, termasuk studi vaksin Covid 19 pada anak-anak.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA