Rabu 09 Jun 2021 01:31 WIB

Fabio Quartararo: Seharusnya Saya Dapat Bendera Hitam

Quartararo mengendarai motor dengan jaket terbuka saat balapan berlangsung.

Rep: Fitriyanto/ Red: Endro Yuwanto
Pembalap MotoGP asal Prancis Fabio Quartararo yang membela tim Monster Energy Yamaha.
Foto: EPA-EFE/CLAUDIO GIOVANNINI
Pembalap MotoGP asal Prancis Fabio Quartararo yang membela tim Monster Energy Yamaha.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Fabio Quartararo merasa ia seharusnya mendapat bendera hitam di balapan MotoGP Katalunya Ahad (6/6) lalu. Pembalap Yamaha itu masih tidak setuju dengan hukuman Turn 2 lainnya.

Pemuncak klasemen sementara MotoGP itu mengakui bahwa ia seharusnya diberi bendera hitam karena mengendarai motor dengan jaket terbuka. Namun, bintang Yamaha itu masih merasakan penalti 3 detik lainnya karena kalah lebih dari satu detik saat dia melaju lurus di Turn 2.

“Saya pikir melihat kembali apa yang terjadi. Sulit untuk mengakui, tetapi bagi saya itu adalah bendera hitam,” kata Quartararo setelah tes pasca-balapan, dilansir Crash, Selasa (8/6). "Memang benar saya menempatkan diri saya dalam bahaya, dan juga dengan apa yang terjadi Ahad lalu kepada Jason Dupasquier, bendera hitam itu akan menjadi hal yang benar."

Quartararo menambahkan, satu-satunya penalti yang ia tak sepakat adalah jalan pintas karena ia merasa itu tidak adil. "Saya kehilangan tujuh per sepuluh, tetapi jika saya kehilangan satu detik, penalti itu hilang. Dan bagaimana saya bisa tahu di motor bahwa saya kehilangan tujuh per sepuluh dan tidak satu detik? Jadi itu sedikit bodoh. Tapi saya akui penalti kedua (jaket terbuka). Saya marah tentu saja, tapi maksud saya, lebih baik ini daripada nol poin."

Quartararo terpaksa memotong Turn 2 setelah kehilangan bagian depan Yamaha-nya saat ia masuk ke tikungan pertama pada lap 22 dari 24 lap, beberapa saat setelah kehilangan tempat kedua dari pembalap Pramac Ducati, Johann Zarco.

Sementara itu, kancing bagian depan jaket Quartararo telah terlepas untuk alasan yang tidak diketahui saat melalui area Turn 1-3 yang sama di lap sebelumnya.

Setelah merogoh jaketnya dan melepaskan pelindung dadanya, pembalap Prancis itu mengendarai sisa balapan dengan bertelanjang dada, dengan implikasi keselamatan yang jelas jika ia jatuh dan meluncur dengan perutnya.

Aturan MotoGP menyatakan bahwa peralatan keselamatan, yang secara khusus mencakup jaket dan pelindung dada, harus dipakai, diikat dengan benar, setiap saat selama aktivitas di trek.

Namun, untuk alasan yang masih belum jelas, Quartararo tidak mendapat bendera hitam dan malah diizinkan finis di posisi ketiga. Penalti karena memotong Turn 2 kemudian menjatuhkannya ke posisi keempat, di belakang Jack Miller.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement