Rabu 09 Jun 2021 02:45 WIB

Warga DKI Belum Paham Soal Pendaftaran Fakir Miskin

DKI Jakarta membuka pendataan warga miskin mulai 7-25 Juni 2021.

Warga DKI Belum Paham Soal Pendaftaran Fakir Miskin. Seorang anak menyeberang rel Pejompongan, Jakarta.
Foto: Antara/Rivan Awal Lingga
Warga DKI Belum Paham Soal Pendaftaran Fakir Miskin. Seorang anak menyeberang rel Pejompongan, Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Banyak Warga DKI belum paham soal pendaftaran fakir miskin dan warga tidak mampu melalui sistem di Pusat Data dan Informasi Jaminan Sosial (Pusdatin Jamsos) Dinas Sosial Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

"Saya tidak mengerti, pastinya ribet apalagi melalui internet," ujar seorang buruh pekerja bangunan, Didi, Rabu (8/6).

Baca Juga

Pernyataan itu terkait dengan rencana pendataan warga miskin Jakarta yang pendaftarannya selama tiga pekan mulai 7-25 Juni 2021. Datanya nanti digunakan Dinas Sosial Pemprov DKI Jakarta untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Didi melanjutkan mengaku tidak mengerti cara memanfaatkan layanan itu melalui internet. Didi bahkan tidak mengetahui adanya bantuan dana sosial tersebut serta berharap ada pengenalan kepada masyarakat yang tidak mengetahui cara mengakses internet.

Hal serupa juga disampaikan seorang sopir Angkot Trans Halim, Adi, yang mengatakan ingin mendapat fasilitas itu, namun tidak mengetahui cara mendaftarnya. "Bagus ada bantuan sosial seperti itu. Cuma bagaimana cara mengaksesnya," katanya mempertanyakan seraya memperlihatkan ponsel tuanya yang belum memiliki koneksi internet.

Adi berharap program tersebut menggandeng pengurus RT dan RW karena mereka yang lebih mengetahui kondisi warganya. Mahasiswa Politeknik Negeri Media Kreatif Nahda Aqila juga menyampaikan hal serupa. Menurut Aqila, program seperti ini bagus karena Pemprov DKI Jakarta cukup bijak dalam menangani fakir miskin dan tidak mampu.

Namun, terobosan ini tetap harus disosialisasikan karena orang-orang fakir miskin dan tidak mampu mungkin sulit mencerna dan mencari informasi semacam ini. "Pemerintah seharusnya menyosialisasikan ini secara detail dan terjun langsung ke lapangan agar informasinya jelas dan tepat sasaran. Mereka mungkin kesehariannya makan saja susah, apalagi ini harus memiliki gawai," ujar Aqila.

Seorang karyawan kantoran Hafiz Akbar juga menyampaikan sebenarnya program ini bagus hanya sepertinya kurang niat. Seharusnya nama program diperhatikan agar lebih dikenal. 

Hafiz berharap program pemerintah ini tidak salah sasaran karena pendaftaran ini melalui internet jadi siapa saja bisa mendaftar. Tidak menutup kemungkinan juga orang mampu nantinya akan banyak yang mendaftar.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement