Selasa 08 Jun 2021 17:05 WIB

Pemkab Semarang Tambah Kapasitas ICU dan Ruang Isolasi

BOR Ruang perawatan ICU Sudah Mencapai 70 Persen

Rep: bowo pribadi/ Red: Hiru Muhammad
Aktivitas vaksinasi Covid-19 massal yang dilaksanakan di Sentra Vaksinasi Gradhika (SVG), di gedung Gradhika Bakti Praja, Semarang, Selasa (8/6). Vaksinasi massal ini memproiritaskan warga jawa Tengah berusia 50 tahun ke atas.
Foto: Humas Pemprov Jaksel
Aktivitas vaksinasi Covid-19 massal yang dilaksanakan di Sentra Vaksinasi Gradhika (SVG), di gedung Gradhika Bakti Praja, Semarang, Selasa (8/6). Vaksinasi massal ini memproiritaskan warga jawa Tengah berusia 50 tahun ke atas.

REPUBLIKA.CO.ID, UNGARAN—-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Semarang telah menambah kapasitas ruang perawatan dan ruang isolasi, guna mengantisipasi kemungkinan adanya lonjakan kasus Covid-19 di daerahnya.

Khusus untuk penambahan ruang perawatan bagi antisipasi lonjakan pasien Covid-19, saat ini sudah dilakukan Dinkes Kabupaten Semarang, di RSUD Gunawan Mangunkusumo, Ambarawa, Kabupaten Semarang.

Kepala Dinkes Kabupaten Semarang, Ani Rahardjo yang dikonfirmasi mengungkapkan, beberapa pekan pascalibur Lebaran memang terpantau ada kenaikan kasus baru Covid-19 di Kabupaten Semarang.

Hal itu telah berdampak pada Bed Occupancy Rate (BOR) atau keterisian tempat tidur, baik di ruang ICU maupun di ruang isolasi yang saat ini tersedia di sejumlah rumah sakit di Kabupaten Semarang.

“Khususnya untuk kapasitas ruang perawatan ICU di Kabupaten Semarang, tingkat keterisiannya saat ini sudah mencapai 70 persen,” ungkapnya, di Ungaran, Kabupaten Semarang, Selasa (8/6).

Sedangkan untuk kapasitas ruang isolasi, jelas Ani relatif masih cukup aman, karena tingkat keterisian ruang isolasi baik yang ada di rumaah sakit maupun rumah singgah yang disiapkan oleh Pemerintah kabupaten (Pemkab) Semarang nya masih berkisar 40 persen.  

Sehingga kapasitas ruang isolasi di Kabupaten Semarang untuk sementara ini masih cukup aman, karena semua rumah singgah yang disiapkan untuk isolasi masih memungkinkan guna mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus.

Kendati begitu, upaya penambahan kapasitas tempat tidur tetap dilakukan oleh Dinkes Kabupaten semarang sesuai dengan petunjuk Bupati semarang maupun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah.

Hal itu dilakukan sebagai antisipasi terhadap potensi terjadinya penambahan kasus baru, seiring dengan diterbitkannya Instruksi Bupati Semarang Nomor 14 tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM berbasis Mikro guna mengendalikan pandemi Covid-19 di Kabupaten Semarang.

Maka dinkes telah melakukan penambahan kapasitas tempat tidur, baik di ruang ICU maupun kapasitas tempat tidur di rumah singgah atau tempat isolasi. “Yang sudah dilakukan penambahan kapasitan yang pasti di RSUD Gunawan Mangunkusumo ( RSUD Ambarawa),” lanjutnya.

Selebihnya, tambah Ani, penambahan kapasitas tempat tidur tersebut juga bakal dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan (faskes) yang lain di Kabupaten Semarang dan saat ini masih dalam proses.

“Sesuai instruksi Bupati Semarang, langkah- langkah harus segera diambil agar Kabupaten Semarang yang saat ini berstatus daerah zona oranye berubah menjadi zona merah risiko penyebaran Covid-19,” tambahnya.

Sebelumnya, dalam rapat koordinasi dan evaluasi penanganan Covid-19 bersama para bupati/wali kota, Guberur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga meminta semua daerah di Jawa Tengah siaga.

Berdasarkan peta persebaran kasus Covid-19 di Jawa Tengah, sejumlah daerah yang berbatasan langsung dengan daerah zona merah penyebaran Covid-19 agar meningkatkan kewaspadaan dan antisipasi.

Terlebih, wilayah Kabupaten Semarang berbatasan langsung dengan Kabupaten Demak serta Kabupaten Grobogan yang saat ini berstatus zona merah risiko penyebaran Covid-19.

Antisipasi yang dimaksud adalah melakukan penambahan tempat tidur baik ICU maupun isolasi di rumah sakit. Tempat isolasi terpusat juga harus disiapkan termasuk menggenjot program vaksinasi. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement