Tuesday, 29 Zulqaidah 1443 / 28 June 2022

23 Tenaga Kesehatan RSHS Bandung Positif Covid-19

Selasa 08 Jun 2021 16:01 WIB

Rep: M Fauzi Ridwan/ Red: Teguh Firmansyah

Petugas menyuntikkan vaksin COVID-19 Sinovac ke tenaga kesehatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Bandung.

Petugas menyuntikkan vaksin COVID-19 Sinovac ke tenaga kesehatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Bandung.

Foto: ANTARA/M Agung Rajasa
Sebagian nakes yang tak bergejala menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Sebanyak 23 tenaga kesehatan (nakes) di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Provinsi Jawa Barat terkonfirmasi positif Covid-19. Sebagian nakes yang tidak bergejala menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing sedangkan sebagian nakes lainnya di rawat di ruang perawatan.

Plh Direktur Pelayanan Medik, Perawatan dan Penunjang RSHS, dr Yana Akhmad Supriatna mengatakan, terjadi peningkatan kasus Covid-19 di masyarakat pascalibur panjang Lebaran. Salah satu yang ikut terpapar Covid-19 yaitu nakes yang bekerja di RSHS Bandung.

Baca Juga

"Di bulan Juni, ada sedikit lagi peningkatan di hari ke 8 bulan Juni sudah 23 lebih terkena terpapar walau demikian tidak semua menjalani perawatan di rumah sakit tapi di rumah. Kasusnya tanpa gejala atau ringan," ujarnya, Selasa (8/6).

Ia menuturkan, para nakes yang dirawat tidak berada dalam satu unit kerja sehingga tidak menganggu pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Diharapkan, penyebaran Covid-19 tidak terus mengalami peningkatan termasuk kepada nakes.

"Pelayanan sampai saat ini berjalan, walaupun mau tidak mau kalau ada nakes yang terpapar harus diantisipasi. Mudah-mudahan tidak ada lonjakan atau tutup satu layanan," katanya.

Yana menambahkan, keterisian tempat tidur pasien Covid-19 di RSHS sudah mencapai 50 persen. Dari 224 tempat tidur yang tersedia sudah terisi sebanyak 112 tempat tidur oleh pasien Covid-19.

Sedangkan keterisian tempat tidur pasien Covid-19 yang kritis di ruang intensif sebanyak 34 tempat tidur dari 40 unit yang ada. Kurang lebih sudah mencapai 90 persen tempat tidur di ruang intensif yang terisi sedangkan dua tempat tidur lainnya disiapkan untuk cadangan.

"Mudah-mudahan walaupun belum tahu, lihat tren harian kasusnya meningkat bukan hanya di rumah sakit tapi di masyarakat. Mudah-mudahan tidak berlanjut," katanya.

Yana menambahkan, pihaknya berupaya melakukan antisipasi jika terjadi lonjakan kasus dengan menambah sarana dan prasarana. Termasuk menambah ruang isolasi bagi pasien Covid-19.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA