Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

DLHK Depok Bakal Wujudkan Kota Berketahanan Iklim

Selasa 08 Jun 2021 14:44 WIB

Rep: Rusdy Nurdiansyah/ Red: Bilal Ramadhan

Warga mengambil bibit pohon yang diberikan secara gratis di Kantor Persemaian Permanen, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Selasa (7/7/2020). Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyediakan 39 jenis bibit pohon untuk setiap warga dapat memilih 25 bibit pohon gratis dengan membawa kartu tanda penduduk.

Warga mengambil bibit pohon yang diberikan secara gratis di Kantor Persemaian Permanen, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Selasa (7/7/2020). Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyediakan 39 jenis bibit pohon untuk setiap warga dapat memilih 25 bibit pohon gratis dengan membawa kartu tanda penduduk.

Foto: Antara/Asprilla Dwi Adha
Pemkot Depok menargetkan 3.000 pohon setiap tahun bisa ditanam.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok akan mewujudkan kota yang berketahanan iklim. Salah satu upayanya yaitu dengan melakukan penanaman pohon.

"Target kami, 3.000 pohon setiap tahun bisa ditanam. Tujuannya untuk mencegah erosi dan tanah amblas. Juga bisa menjadi penghasil oksigen," ujar Kepala DLHK Kota Depok, Etty Suryahati.

Lanjut Ety, selain itu, pihaknya juga melakukan perlindungan terhadap mata air yang ada, pembuatan 100 ribu Lubang Resapan Biopori (LRB), serta pembangunan sumur resapan.

"Untuk menjaga iklim, pemberlakuan sistem satu arah guna memangkas waktu tempuh dan efisiensi BBM juga dilakukan. Hasilnya, kemacetan bisa terurai sehingga tidak ada kumpulan polusi udara di kawasan satu arah tersebut," jelasnya.

Menurut Ety, pihaknya juga telah membentuk kampung iklim di tingkat RW. Selain itu, tahun ini pihaknya akan menata Jalan Margonda Raya. Dengan tujuan, memberikan rasa nyaman dan aman terhadap para pejalan kaki.

"Mungkin ke depan, kami juga berencana membuat jalur sepeda, sehingga diharapkan, masyarakat dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan beralih ke moda transportasi umum," pungkasnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA