Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

AS Benarkan Teori Kemungkinan Asal Covid-19 dari Lab China

Selasa 08 Jun 2021 11:29 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Teguh Firmansyah

 Presiden AS Joe Biden.

Presiden AS Joe Biden.

Foto: AP/Evan Vucci
Biden telah memerintahkan para penasihatnya menemukan jawaban atas asal usul virus.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Laporan pemerintah Amerika Serikat (AS) membenarkan hipotesis bahwa asal usul virus Corona berasal dari kebocoran laboratorium di Wuhan, China.

Pada Senin (7/6) the Wall Street Journal yang mengutip orang-orang yang mengetahui rahasia tersebut melaporkan, hipotesa tersebut sangat masuk akal dan layak untuk diselidiki lebih lanjut.

Laporan itu mengatakan, studi tentang asal usul virus Corona disiapkan pada Mei 2020 oleh Lawrence Livermore National Laboratory di California dan dirujuk oleh Departemen Luar Negeri. Mereka melakukan penyelidikan tentang asal mula pandemi selama beberapa bulan terakhir sebelum mantan Presiden Donald Trump meninggalkan Gedung Putih.

Penilaian Lawrence Livermore mengacu pada analisis genomik virus Covid-19. Lawrence Livermore menolak mengomentari laporan Wall Street Journal.

Bulan lalu, Presiden Joe Biden telah memerintahkan para penasihatnya untuk menemukan jawaban atas asal usul virus tersebut. Sejumlah intelijen AS sedang mempertimbangkan dua skenario yaitu virus tersebut dihasilkan dari kecelakaan laboratorium atau muncul dari kontak manusia dengan hewan yang terinfeksi. Tetapi penyelidikan mereka belum sampai pada tahal kesimpulan.

Sebuah laporan intelijen AS yang masih dirahasiakan beredar selama pemerintahan Trump. Laporan menuduh bahwa tiga peneliti di Institut Virologi Wuhan, China jatuh sakit pada November 2019 dan mereka dirawat di rumah sakit. Pejabat AS menuduh China kurang transparan tentang asal virus. Namun tuduhan ini dibantah oleh Beijing.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA