Senin 07 Jun 2021 21:42 WIB

Wali Kota Bandar Lampung Edukasi Lansia Takut Divaksin

Pencapaian vaksinasi Covid-19 lansia di Lampung dan Bandar Lampung dibawah 5 persen

Rep: mursalin yasland/ Red: Hiru Muhammad
Petugas vaksinator menunjukkan vaksin COVID-19 produksi Sinovac yang akan disuntikkan kepada sejumlah perwakilan pejabat pada tahap kedua vaksinasi di Kantor Pemkot Bandar Lampung, Lampung, Jumat (29/1/2021). Vaksinasi tahap dua di Bandar Lampung ditargetkan sebanyak 9.624 dosis vaksin Sinovac bagi tenaga kesehatan di Kota Bandar Lampung.
Foto: ANTARA/Ardiansyah
Petugas vaksinator menunjukkan vaksin COVID-19 produksi Sinovac yang akan disuntikkan kepada sejumlah perwakilan pejabat pada tahap kedua vaksinasi di Kantor Pemkot Bandar Lampung, Lampung, Jumat (29/1/2021). Vaksinasi tahap dua di Bandar Lampung ditargetkan sebanyak 9.624 dosis vaksin Sinovac bagi tenaga kesehatan di Kota Bandar Lampung.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG--Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana turut mengedukasi kelompok sasaran lanjut usia dalam program vaksinasi Covid-19 di Kota Bandar Lampung. Edukasi dan sosialisasi vaksinasi untuk lansia tersebut untuk memberikan semangat agar tidak takut divaksin, seperti banyak info yang beredar di masyarakat.

"Kami turun juga untuk mengedukasi dan memberikan pengetahuan kepada lansia, agar tidak takut lagi untuk divaksin," kata Eva Dwiana dalam keterangan persnya, Senin (7/6). Dia mengatakan, vaksin yang dilakukan untuk lansia tetap aman, dan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Pencapain pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk kelompok sasaran lansia di Lampung maupun di Kota Bandar Lampung masih rendah di bawah lima persen. Untuk itu, percepatan vaksinasi kelompok lansia sangat diharapkan untuk memutus rantai penularan Covid-19. Hal tersebut didasari dengan banyaknya kasus kematian pasien positif dari kalangan lansia yang memiliki penyakit bawaan (kormobid).

Eva mengatakan, percepatan vaksinasi Covid-19 kepada lansia tersebut, juga dalam rangka Kota Bandar Lampung menuju zona hijau. Untuk itu, jajaran Pemkot Bandar Lampung turut memantau pelaksanaan jalannya vaksinasi Covid-19 khususnya kepada kelompok lansia.

Istri Herman HN, wali kota Bandar Lampung periode sebelumnya menyatakan, saat ini Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bandar Lampung menargetkan sekira 700 ribu lebih warga dapat menerima vaksin untuk menjaga //herd immunity// (kekebalan tubuh).

Selain sasaran tiga kelompok sebelumnya, SDM kesehatan, petugas publik, dan lansia, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 juga akan menyasar kepada pengemudi ojek daring. Dinas Kesehatan (Dinkes)  Kota Bandar Lampung telah menyiapkan sekurangnya 400 vial vaksin untuk kelompok pengemudi ojek daring di Kota Bandar Lampung.

Kepada Dinkes Kota Bandar Lampung Edwin Rusli mengatakan, pelaksanaan vaksinasi untuk sasaran kelompok pengemudi ojek daring tersebut serentak dilaksanakan di tiga puskesmas pada Selasa (8/6). Tiga puskesmas tersebut yakni Puskesmas Kupang Kota, Puskesmas Simpur, dan Puskesmas Rawat Inap Way Halim.

Pengemudi ojek daring menyambut baik pelaksanaan vaksinasi Covid-19 khusus kelompok profesi tersebut. Menurut Sudarto (38 tahun), pengemudi ojek, vaksinasi Covid-19 sebaiknya dilakukan tidak hanya sehari, karena pengemudi ojek daring juga setiap hari mencari nafkah. "Jangan hanya sehari saja, kami juga harus bekerja," ujarnya. n Mursalin Yasland

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement