Senin 07 Jun 2021 19:42 WIB

41 Warga Satu RW di Bandung Barat Positif Covid-19

41 warga terpapar dari pengajian yang digelar tanpa prokes ketat.

Rep: M Fauzi Ridwan/ Red: Indira Rezkisari
Kasus klaster warga terjadi di Jawa Barat. Sebanyak 41 orang warga di Kampung Ciburial, RW 03, Desa Cibogo, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, terkonfirmasi positif Covid-19
Foto: Pixabay
Kasus klaster warga terjadi di Jawa Barat. Sebanyak 41 orang warga di Kampung Ciburial, RW 03, Desa Cibogo, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, terkonfirmasi positif Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Sebanyak 41 orang warga di Kampung Ciburial, RW 03, Desa Cibogo, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, terkonfirmasi positif Covid-19 usai menjalani tes uji usap PCR. Para warga yang terpapar saat ini sedang menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing karena hanya mengalami gejala ringan seperti pilek dan batuk.

Kepala Puskesmas Cikole, Iyan Hartono, membenarkan sebanyak 41 orang warga setempat terkonfirmasi positif Covid-19 usai menjalani tes PCR. Ia menduga para warga terpapar Covid-19 akibat tidak menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin dan juga baik.

Baca Juga

"Kalau menurut saya apa, protokol kesehatan tidak dipakai. Awalnya suami istri menengok keluarga yang sakit dari sana asalnya, yang sakitnya sudah PCR cuma hasilnya belum keluar ternyata positif," ujarnya saat dihubungi, Senin (7/6).

Setelahnya suami istri tersebut beraktivitas seperti biasa bahkan mengikuti pengajian dengan protokol kesehatan yang cenderung tidak berjalan maksimal. Pihaknya mengetahui suami istri tersebut terpapar Covid-19 pada Jumat kemarin.

"Suami istri aktivitas lumayan karena pengajian jadi aja di pengajian prokes kurang mumpuni. Dari dua sampai 41 dari hari Jumat (sampai sekarang)," ujarnya. Pihaknya melakukan penelusuran bekerjasama dengan pihak desa kepada warga yang melakukan kontak erat.

Iyan memastikan tidak terdapat warga yang meninggal akibat terpapar Covid-19 sebab para warga yang positif hanya mengalami gejala ringan seperti batuk dan pilek. Mereka menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. Puskesmas Cikole tetap akan melakukan penelusuran dan uji usap PCR apabila ditemukan kembali warga yang melakukan kontak erat.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement