Saturday, 22 Muharram 1444 / 20 August 2022

Jerawat Termasuk Penyakit, Bisa Sebabkan Komplikasi

Selasa 08 Jun 2021 03:03 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Reiny Dwinanda

Jerawat (ilustrasi). Di klinik kecantikan, mereka yang memiliki masalah jerawat berat biasanya datang dengan komplikasi bekas jerawat

Jerawat (ilustrasi). Di klinik kecantikan, mereka yang memiliki masalah jerawat berat biasanya datang dengan komplikasi bekas jerawat

Foto: www.freepik.com
Jerawat dikatakan sembuh jika sudah tak kambuh lagi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jerawat menjadi satu masalah yang dapat mengusik tanpa mengenal gender. Ahli dermatologi dr Aryani Sudharmono, SpKK(K) FINS-DV, FAADV, menjelaskan, jerawat bisa mengganggu remaja hingga dewasa.

Di Jakarta Skin Center (JSC) milik Aryani, salah satu masalah yang banyak dialami pasiennya adalah masalah jerawat. Pada remaja, keluhannya adalah jerawat ringan, biasanya mulai usia sembilan tahun. Namun, sebagian besar pasien datang adalah pasien dengan jerawat berat.

Baca Juga

Mereka yang memiliki masalah jerawat berat biasanya datang dengan komplikasi bekas jerawat. Yang paling dikhawatirkan adalah jaringan parut (scar). Di samping itu, orang berjerawat rentan mengalami gangguan psikologis, terutama marah-marah dan tidak ingin bertemu dengan orang.

Menurut Aryani, orang berjerawat kerap kali mengurangi sosialisasi. Mereka juga mengalami frustasi dan ketakutan melihat bekas dan karena jerawat tak sembuh-sembuh.

“Untuk jerawat berat dan komplikasi jaringan parut biasanya disertai gangguan psikis ringan dan berat, yang berat itu jarang karena bisa sampai upaya untuk bunuh diri,” ujarnya dalam acara konfrensi pers virtual La Roche Posay, Kamis (3/6).

Karena itu, Aryani menyarankan sebaiknya sejak awal dokter sudah langsung menjelaskan kepada pasien bahwa jerawat adalah suatu penyakit. Sebab, banyak orang yang menganggap jerawat bukan penyakit dan hanya menganggap jerawat masalah biasa yang bisa timbul dan sembuh sendiri atau bisa sembuh dengan obat biasa.

“Jerawat adalah suatu penyakit yang ditandai dengan peradangan kronis pada kelenjar minyak atau glandula sebasea. Untuk bisa dikatakan sembuh kalau sudah tidak ada lagi jerawat diwajahnya, baik jerawat lama maupun baru,” paparnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA