Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

Baru Hampir 30 Persen Guru Sudah Divaksinasi

Senin 07 Jun 2021 17:51 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Indira Rezkisari

Vaksinator menyuntikkan vaksin di Gor Ona, Lebak, Banten, Kamis (3/6/2021). Pemerintah Kabupaten Lebak menggelar vaksinasi COVID-19 secara massal dengan menyasar warga lanjut usia (lansia), pelayan publik, guru PNS/non PNS, dan guru swasta.

Vaksinator menyuntikkan vaksin di Gor Ona, Lebak, Banten, Kamis (3/6/2021). Pemerintah Kabupaten Lebak menggelar vaksinasi COVID-19 secara massal dengan menyasar warga lanjut usia (lansia), pelayan publik, guru PNS/non PNS, dan guru swasta.

Foto: ANTARA/Muhammad Bagus Khoirunas
Pemerintah menegaskan vaksinasi guru menjadi prioritas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mencatat, baru 1,6 juta guru dan tenaga pendidik dari sekitar 5,5 juta tenaga pendidik di Tanah Air yang sudah divaksinasi Covid-19. Vaksinasi Covid-19 untuk guru kini jadi prioritas menjelang pembelajaran tatap muka di bulan Juli.

"Sebanyak 1,6 juta guru dari 5,5 juta tenaga pendidik dan dosen yang sudah divaksin Covid-19 hingga 6 Juni 2021," kata Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud, Jumeri, saat dihubungi Republika, Senin (7/6).

Ia mengakui, belum semua guru mendapatkan vaksin Covid-19 karena persediaannya sempat seret. Katanya, kini stok vaksin sudah tersedia. Namun, ia mengakui kendala lain yang dihadapi adalah tidak semua daerah memberi prioritas guru untuk divaksin lebih dulu.

"Karena itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyatakan akan memberi prioritas kepada guru," ujarnya.

Untuk mempercepat cakupan imunisasi untuk guru, ia menyebutkan Kemendikbud menerapkan beberapa cara. Pertama, mempercepat vaksinasi guru dan tenaga pendidik. Kendati demikian, Jumeri menolak menjawab ketika ditanya target sehari bisa memberikan vaksinasi untuk berapa guru.

Upaya kedua, dia melanjutkan, adalah terbitkan buku panduan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Usaha ketiga adalah mendorong daerah melakukan uji coba PTM terbatas, keempat memeriksa kesiapan sekolah untuk buka PTM terbatas, dan upaya terakhir adalah sosialisasi masif ke masyarakat.

Jika belum semua guru divaksinasi hingga PTM digelar Juli mendatang, Jumeri menegaskan kegiatan belajar mengajar di sekolah tetap berjalan. "PTM jalan terus (sesuai rencana)," katanya.



BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA