Senin 07 Jun 2021 17:48 WIB

Bertambah, 65 Santri Pesantren Bina Madani Terpapar Covid-19

Ada 33 kasus baru terdeteksi dan seluruhnya merupakan santri.

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Andi Nur Aminah
Petugas memeriksa hasil spesimen usai melakukan tes cepat (rapid test) Antigen Covid-19 kepada santri (ilustrasi)
Foto: Antara/Umarul Faruq
Petugas memeriksa hasil spesimen usai melakukan tes cepat (rapid test) Antigen Covid-19 kepada santri (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Kasus positif Covid-19 di Pondok Pesantren Bina Madani, Kelurahan Harjasari, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, bertambah menjadi 65 orang. Sebelumnya, kasus positif Covid-19 di pesantren tersebut berjumlah 32 orang dan bertambah 33 orang pada Senin (7/6). Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, mengatakan, 33 orang yang terpapar seluruhnya merupakan santri. Dengan perincian, 20 orang santri laki-laki dan 13 orang santri perempuan.

"Hari ini tambahan santri yang positif Covid-19 di Pondok Pesantren Bina Madani berjumlah 33 santri. Jadi, total santri yang positif Covid-19 saat ini ada 65 santri," kata Dedie kepada Republika.co.id, Senin (7/6).

Baca Juga

Dedie menjelaskan, 33 kasus santri positif baru itu berasal dari 464 orang yang menjalani PCR swab test pada Ahad (6/6). Di mana total sampel yang sudah diperiksa petugas sebanyak 881 sampel. Dari 65 santri Pondok Pesantren Bina Madani yang positif Covid-19 itu, Dedie memaparkan, 56 santri di antaranya sudah dievakuasi ke pusat isolasi di Pusdiklatwas BPKP Ciawi, Kabupaten Bogor. “Sedangkan, ada delapan santri sedang isolasi di rumah dan satu santri lainnya masih di pondok pesantren," ujarnya.

Terpisah, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, menyatakan, 33 santri yang baru diketahui terkonfirmasi Covid-16 segera diisolasi dan pesantren segera ditutup sementara. Termasuk membatasi kegiatan dengan protokol kesehatan untuk menghindari penularan. "Kita siapkan logistik, posko gabungan, vitaminnya, dan sebagainya," kata dia.

Dari dua klaster (Griya Melati dan Bina Madani) kata Wali Kota Bogor ini, dapat disimpulkan penularan itu terjadi akibat perjalanan dari luar kota. Untuk itu, ia memerintahkan lurah dan camat mendata mana saja pesantren yang akan melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag). "Diakukan tes PCR semua sebelum tatap muka," ujarnya menjelaskan.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement