Senin 07 Jun 2021 15:07 WIB

Belajar Tatap Muka di Bandung Ditunda Jika Kasus Covid Naik

Simulasi belajar tatap muka saat ini sedang dilakukan di 330 sekolah di Kota Bandung

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Gita Amanda
Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) mengerjakan soal ujian Penilaian Akhir Tahun (PAT) secara tatap muka di SMP Pasundan 1, Jalan Balonggede, Kota Bandung, Senin (7/6). SMP Pasundan 1 menggelar Penilaian Akhir Tahun (PAT) yang bertepatan dengan uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas yang dilakukan Pemerintah Kota Bandung dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat, seperti membatasi jumlah siswa menjadi 20 persen dari kapasitas, menerapkan jarak duduk dan menggunakan masker. Foto: Republika/Abdan Syakura
Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) mengerjakan soal ujian Penilaian Akhir Tahun (PAT) secara tatap muka di SMP Pasundan 1, Jalan Balonggede, Kota Bandung, Senin (7/6). SMP Pasundan 1 menggelar Penilaian Akhir Tahun (PAT) yang bertepatan dengan uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas yang dilakukan Pemerintah Kota Bandung dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat, seperti membatasi jumlah siswa menjadi 20 persen dari kapasitas, menerapkan jarak duduk dan menggunakan masker. Foto: Republika/Abdan Syakura

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengungkapkan apabila kasus Covid-19 mengalami kenaikan dalam satu pekan ke depan maka rencana belajar tatap muka pada Juli mendatang dapat ditunda terlebih dahulu. Simulasi belajar tatap muka saat ini sedang dilakukan di 330 sekolah di Kota Bandung tingkat TK hingga SMA kurang lebih dua pekan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna mengatakan pihaknya saat ini sedang mengecek kesiapan sekolah yang melakukan simulasi belajar tatap muka apakah sudah layak atau belum menerapkan protokol kesehatan. Pimpinan selanjutnya akan mengambil kebijakan terkait PTM terbatas.

Ia mengatakan, apabila kasus Covid-19 meningkat satu pekan ke depan maka PTM terbatas dapat ditunda. "Bisa jadi ditunda PTMT (jika kasus naik)," ujarnya saat meninjau simulasi belajar tatap muka, Senin (7/6).

Ia mengatakan, jika kondisi pandemi Covid-19 mengkhawatirkan maka akan diusulkan penundaan belajar tatap muka. Ema mengatakan, nyawa manusia lebih penting terlebih pembelajaran tetap berjalan secara online.

Ema menambahkan, vaksinasi Covid-19 terhadap sumberdaya pendidikan dosis pertama sudah 100 persen sedangkan dosis kedua hampir mencapai 100 persen. Mereka yang belum divaksin dosis kedua karena berbagai alasan seperti tidak lolos pemeriksaan atau berhalangan hadir.

Ia mengatakan apabila kasus Covid-19 dan keterisian tempat tidur pasien Covid-19 naik naik maka pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas dapat ditunda.

"Kalau BOR semakin meningkat masukannya dipending (PTM) tapi berharap kondisi ideal kejadian apapun harus lebih baik dari kemarin," katanya. Ia menambahkan, keputusan pelaksanaan PTM terbatas akan ditentukan oleh Wali Kota Bandung pada Jumat mendatang.

"Iya dan tidak nanti oleh pak Wali Kota yang mengambil keputusan. Nanti hari Jumat kami ekspos," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement